OP TANJUNG PRIOK MELALUI FORUM KEHUMASAN III WUJUDKAN PELABUHAN YANG SEHAT DAN PEREDARAN NARKOBA DI PELABUHAN - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


OP TANJUNG PRIOK MELALUI FORUM KEHUMASAN III WUJUDKAN PELABUHAN YANG SEHAT DAN PEREDARAN NARKOBA DI PELABUHAN


WARTA INDONESIA - JAKARTA 

Indonesia salah satu negara darurat peredaran narkotika dan obat/bahan berbahaya atau lebih dikenal dengan Narkoba. Pemerintah Indonesia terus berupaya mencegah peredaran narkoba, khususnya pada simpul -simpul transportasi darat, laut dan udara. Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan acara Forum Kehumasan III dalam upaya pencegahan peredaran narkoba, khususnya di Pelabuhan Tanjung Priok. 

Dampak dari bahaya narkotika dan jumlah korban pemakai narkoba dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini sudah sangat meresahkan masyarakat dan membahayakan perkembangan generasi muda, diharapkan akan diterapkan penanganan yang terpadu dan serius.

Melalui acara Forum Kehumasan seperti ini, kita dapat bersinergi dan bersama-sama mencegah masuknya narkoba di pelabuhan atau khususnya Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan menjadi pelabuhan sehat.

" Karena saat ini salah satu menjadi kategori pelabuhan yang sehat adalah terbebas dari lalu lintas OMKABA (Obat, Makanan, Kosmetik dan Alat Kesehatan). Bahkan hal tersebut bisa merusak lingkungan atau mengancam kesehatan masyarakat termasuk narkoba," demikian disampaikan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Capt. Hermanta saat memberikan sambutan dan membuka acara Forum Kehumasan III di  Hotel Best Western Jakarta , Kamis (14/11/2019).

Capt Hermanta, mengungkapkan bahwa Indonesia disinyalir merupakan negara dengan tingkat pemakai dan pendistribusian narkoba yang cukup tinggi bahkan sudah sampai dilevel yang sangat mengkhawatirkan. 

"Kita ketahui bersama bahwa Pelabuhan adalah pintu gerbang perekonomian negara dimana pelabuhan merupakan tempat masuk dan keluarnya barang antar pulau serta naik turunnya penumpang," ujar Capt Hermanta. 

Lebih lanjut Capt.Hermanta mengatakan, pelabuhan juga disinyalir merupakan pintu masuknya narkoba melalui jalur laut. Karena beberapa waktu yang lalu ditemukan beberapa kasus penyelundupan narkoba memalui jalur laut  atau dipelabuhan.

Menurut dia, penyalahgunaan narkoba merupakan suatu masalah nasional bahkan internasional  yang cukup kompleks. Peredaran gelap Narkoba, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya dapat merusak dan mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, serta dapat melemahkan ketahanan nasional dan menghambat jalannya pembangunan. 

Capt.Hermanta pada kesempatan mengajak kepada semua pihak khususnya di bidang kehumasan untuk sama-sama berperan dalam upaya pencegahan peredaran narkoba di pelabuhan. Sejalan dengan tema " SINERGI HUMAS PEMERINTAH DAN STAKEHOLDERS DALAM MEWUJUDKAN PELABUHAN TANJUNG PRIOK YANG SEHAT, TANPA NARKOBA".

"Kami menyampaikan kepada kita semua yang hadir pada acara Forum Kehumasan III ini, untuk bersama-sama mencegah keluar masuknya narkoba melalui jalur laut atau pelabuhan,” pungkas Capt.Hermanta.

Hadir dalam acara Forum Kehumasan III sebagai Narasumber Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP. Emerich Simangunsong SH,S.IK,M.Si dan Penyuluh Narkoba Ahli Madya Dit. Advokasi Deputi Bidang Pencegahan Diani Indramaya S.Pd, M.Si (Oddie/WI).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.