TUJUH PELABUHAN TANDA TANGANI PAKTA INTEGRITAS PENERAPAN INAPORTNET UNTUK PELAYANAN BARANG - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


TUJUH PELABUHAN TANDA TANGANI PAKTA INTEGRITAS PENERAPAN INAPORTNET UNTUK PELAYANAN BARANG


WARTA INDONESIA - JAKARTA  
Di Jakarta Jumat (6/9/2019) Tujuh Pelabuhan telah menyatakan komitmen untuk mengimplementasikan inaportnet terhadap pelayanan barang keluar dan masuk pelabuhan. Adapun ketujuh pelabuhan tersebut akan Go Live Inaportnet di bulan Oktober 2019. Ketujuh  pelabuhan tersebut antara lain pelabuhan Benoa, Cirebon, Cilacap, Bengkulu, Talang Duku, Pangkal Balam dan Tanjung Pandan.

Selain ketujuh pelabuhan tersebut menyusul 17 pelabuhan lainnya yang sudah menerapkan Inaportnet lebih dahulu sejak tahun 2016 yaitu Pelabuhan Belawan, Pelabuhan Palembang, Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Pontianak, Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Balikpapan, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Bitung, Pelabuhan Ambon, Pelabuhan Banten, Pelabuhan Gresik, Pelabuhan Sorong dan Pelabuhan Dumai.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan pakta integritas Penerapan Inaportnet oleh Kepala Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 7 (tujuh) pelabuhan tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo yang menyaksikan langsung penandatanganan pakta integritas itu menjelaskan bahwa penerapan Inaportnet di ketujuh Pelabuhan dimaksud bertujuan untuk meningkatkan  pelayanan kapal dan barang di pelabuhan. Dimana pelayanan agar dapat berjalan  cepat, valid, transparan, dan terstandar dengan biaya terjangkau. Sehingga dapat meningkatkan daya saing pelabuhan di Indonesia.   

Selain itu, penerapan Inaportnet di Pelabuhan telah menjadi Quick Win Kementerian Perhubungan, yang akan diterapkan pada seluruh pelabuhan di Indonesia dan dilaksanakan secara bertahap. 

“Sistem digitalisasi mau tidak mau harus dilaksanakan secepatnya. Seperti penerapan sistem Inaportnet ini harus segera kita laksanakan di semua pelabuhan dan harus didukung oleh Sistem Internal Kemenhub dan Sistem yang ada pada Badan Usaha Pelabuhan (BUP). Sistem Internal tersebut meliputi Sistem Informasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut (SIMLALA), Sistem Kapal Online, Aplikasi Sertifikasi Pelaut, dan Sistem Informasi Kepelabuhanan,” terang Dirjen Agus.

Dirjen Agus mengatakan penandatanganan Pakta Integritas Penerapan Inaportnet ini merupakan bentuk kesungguhan dan komitmen Pemerintah untuk mewujudkan pelayanan pelabuhan yang lebih baik dan berdaya saing tinggi.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Wisnu Handoko mengatakan sebelum dilakukan penandatanganan Pakta Integritas ini telah dilakukan berbagai tahapan di masing-masing pelabuhan antara lain Training of Trainers (TOT) kepada pegawai Kantor KSOP. Sosialisasi kepada pengguna jasa serta ujicoba satu siklus pelayanan kapal dan barang sampai penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

Menurut Capt Wisnu Handoko, hal terpenting yang dilakukan setelah penandatanganan Pakta Integritas ini antara lain Operator Pelabuhan agar membangun dan mengembangkan Sistem di Pelabuhannya yang andal dan bersinergi serta terintegrasi dengan sistem-sistem di Kementerian Perhubungan. Sedangkan Para Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) terkait agar  melaksanakan penerapan Inaportnet di Pelabuhan secara konsisten. (Oddie/WI).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.