POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK MELALUI SAT RESKRIM UNGKAP KASUS PEMALSUAN BUKU KIR, METERAI DAN SIO - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK MELALUI SAT RESKRIM UNGKAP KASUS PEMALSUAN BUKU KIR, METERAI DAN SIO

WARTA INDONESIA – JAKARTA
Polres Pelabuhan Tanjung melalui Sat Reskrim ungkap berbagai kasus pelanggaran tindak pidana yang mengakibatkan kerugian Negara. Kasus yang diungkapkan tersebut antara lain : kasus pemalsuan Buku KIR (Kartu Uji Berkala) angkutan barang, kasus Materai Palsu dan pemalsuan SIO (Surat Izin Operator) alat berat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam keterangan persnya di Malpores Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (11/9/2019) kepada awak media menjelaskan pengungkapan kasus tersebut berawal berawal dari informasi yang diterima penyidik Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Dan  juga aktivitas yang dilakukan oleh cyber crime Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok melalui on line.

“ Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap jaringan pemalsuan dan pembuat buku Kartu Izin Berkala (KIR) kendaraan angkutan barang dan Buku KIR merupakan syarat teknis dan layak jalan yang dikeluarkan Dishubtrans DKI Jakarta. Petugas menangkap empat orang tersangka inisial ID, IZ,AS alias Fdan DP,” katanya.

Kombes Argo Yuwono menjelaskan masing – masing tersangka dalam kasus ini memiliki peran berbeda diantaranya ID dan IZ sebagai biro jasa yang mengurus perpanjangan KIR tanpa melalui prosedur dalam tempo 2 (dua) hari selesai. Sedangkan AS alias F berperan sebagai orang yang mengisi data atau identitas kendaraan, tanda tangan pejabat, stempel dan pengesahan dari Perhubungan darat.

 Tersangka DP berperan sebagai anggota Dinas Perhubungan Darat yang menyiapkan kartu tanda uji kendaraan bermotor, sticker KIR, plastik laminating sticker transparan, plat uji kendaraan bermotor, timah pengikat pelat  dan ikat kawat pengikat pelat.

“ Petugas mengamankan kurang lebih 20 item barang bukti dari tangan para tersangka dan akibat pemalsuan Buku KIR negara dirugikan kurang lebih Rp.500 juta.Tersangka dipersangkakan dengan ancaman pemalsuan sebagaimana diatur dalam pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 6 (enam) tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara itu, AKBP.Dr.Reynold EP Hutagalung SE,S.IK,M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP.David Kanitero SH,S.IK, M.Si mengatakan selain kasus KIR pihaknya juga mengungkap kasus Pemalsuan Meterai temple dengan nilai nominal Rp.3.000,- dan Rp.6.000,- yang beredar di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

“ Setelah petugas melakukan pengembangan, tersangka inisial R dan C (DPO) diamankan petugas dari wilayah Beji – Depok Jawa Barat. Atas kejahatan pemalsuan meterai ini, diduga merugikan negara kurang lebih Rp.200.0000.000,- (dua ratus juta),” katanya.

Lebih Lanjut,AKBP Reynold EP Hutagalung menjelaskan modus operandi yang dilakukan tersangka untuk menjual materai tersebut yaitu tersangka R  meminta rekannya C (DPO) untuk membuat akun penjualan meterai palsu di Toko Online Shoope. Ketika meterai dipesan pembeli dari tersangka R maka tersangka R mengirim kepada pembeli melalui jasa ekspedisi JNE.

“ Barang bukti meterai yang disita dari tangan tersanka R yakni Meterai diduga palsu nilai nominal Rp.6.000,- sebanyak 8 lembar @ 50 keping dan meterai nilai nominal Rp.3.000,- sebanyak 66 lembar @50 keping. Tersangka  R dan C diancam pidana yang diatur dalam Undang-Undang RI Nomor.13 tahun 1985 tentang Bea Meterai subsidair pasal 352 KUHP atau pasal 257 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” terang Kapolres.

AKBP Reynold EP Hutagalung juga menambahkan, pengungkapan kasus KIR palsu ini berawal dari peran aktif masyarakat khususnya di wilayah Tanjung Priok terkait aktivitas hilir mudik mobilitas truk yang cukup tinggi dengan adanya bongkar muat ekspor – impor di pelabuhan Tanjung Priok.

"Dengan peran aktif masyarakat itu, kita sikapi  secara cepat langsung menurunkan tim. Kita membentuk dua tim yaitu satu tim berhasil mengungkap jaringan pemalsuan KIR dan jaringan kedua masih melakukan pendalaman,” pungkas Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP.David Kanitero menyampaikan bahwa selain kasus KIR dan Pemalsuan Meterai, pihaknya juga bersama Sat Reskrim Polsek Kawasan Kalibaru berhasil mengungkap pemalsuan SIO (Surat Izin Operator) yang merupakan syarat teknis operator untuk mengoperasikan alat berat angkut dan angkat.

Menurut,AKP David Kanitero tersangka diamankan dengan inisial BS,EEL dan AR den gan modus membuat SIO palsu dan menjual kepada Operator alat berat dipelabuhan Tanjung Priok dengan harga murah. Dari tangan para tersangka, petugas menyita beberapa barang bukti berupa SIO palsu, satu unit computer berikut keybord merk BenQ, 489 lembar blanko kosong SIO palsu.

Selain itu, katanya 8 lembar blanko Sertifikat SIO palsu, 2 buah stempel Disnaker, 1 unit printer merk cannon dan 3 buah handphone, Diperkirakan negara dirugikan akibat kejahatan pemalsuan SIO sebesar Rp.300 juta.

“ Pasal yang disangkakan terhadap para tersangka inisial BS,AR dan EEL dengan pidana pemalsuan pasal 263 KUHP, ancaman hukuman 6 (enam) tahun penjara,” tegasnya.

Hadir dalam acara konfrensi pers yang di gelar Polres Pelabuhan Tanjung Priok tersebut Ketua DPD DKI Jakarta Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Mustadjab Susilo Basuki dan Kepala Kantor PKB Dinas Perhubungan Darat Cilincing – Jakarta Utara Bernad Pasaribu. (Oddie/WI).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.