KENMENHUB LAKUKAN CEK URINE PEGAWAI MELALUI BBKP CEGAH PEREDARAN NARKOTIKA/PSIKOTROPIKA - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


KENMENHUB LAKUKAN CEK URINE PEGAWAI MELALUI BBKP CEGAH PEREDARAN NARKOTIKA/PSIKOTROPIKA

WARTA INDONESIA - CIWIDEY  
Dalam rangka pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika/psikotropika, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) melaksanakan pemeriksaan urine bagi pimpinan dan pegawai Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan pada kegiatan Rakornis Inspektorat Jenderal tahun 2019 pada tanggal 1 sampai dengan 3 Agustus 2019 di Ciwidey, Jawa Barat.

Kepala BKKP, dr. Hesti Ekawati melalui siaran persnya diterima Warta Indonesia, Jumat (2/8/2019) mengatakan bahwa pemeriksaan urine tersebut yang dilakukan terhadap 300 orang peserta Rakornis. Hal ini, merupakan bagian dari tindak lanjut Instruksi Presiden No 6 tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ( RAN P4GN).
Menurut dr Hesti, BKKP ikut berpartisipasi melaksanakan Inpres tersebut. Untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bersih dari narkoba , hidup aktif dan produktif tanpa narkotika dan zat adiktif.

dr. Hesti mengatakan bahwa selain sebagai tindaklanjut pelaksanaan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2018 juga merupakan bentuk nyata dukungan dan peran aktif BKKP dalam aksi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkotika/psikotropika (P4GN).

" Saat ini peredaran narkoba atau yang dikenal dengan istilah Napza  tidak hanya melalui kawasan perkotaan saja tetapi juga sudah memasuki pedesaan dan pelosok di seluruh penjuru tanah air. Bahkan sudah menyasar ke seluruh lapisan masyarakat," tuturnya.

Guna menyikapi kondisi ini, kata dr. Hesti hal penting yang harus diwaspadai oleh semua pihak sebagai insan perhubungan harus waspada terhadap masuknya barang-barang terlarang seperti narkoba.
dr. Hesti menambahkan, tes urine bagi aparatur Kementerian Perhubungan ini sangat penting. Karena sumber daya manusia sektor transportasi yang sehat, kompeten dan terbebas dari narkoba sangat menentukan dalam menjamin keselamatan dan keamanan penyelenggaraan jasa transportasi.

“Kita harus mencegahnya bersama-sama agar tidak sampai mengganggu keselamatan dan keamanan transportasi," pungkas dr. Hesti. (Oddie/WI).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.