IPC PANJANG MELAKUKAN PERUBAHAN OPTIMALISASI LAHAN DENGAN MEMBANGUN FASILITAS SECARA TERKLASTER - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


IPC PANJANG MELAKUKAN PERUBAHAN OPTIMALISASI LAHAN DENGAN MEMBANGUN FASILITAS SECARA TERKLASTER

WARTA INDONESIA - LAMPUNG

Letak geografis pulau Sumatera melalui sejarah dan sejak jaman penjajahan Belanda. Setelah dicermati  Pulau Sumatera ternyata sejak jaman itu sudah dirancang Belanda dengan tiga bagian yaitu Sumatera Utara, Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan. Dan Lampung dari jaman Belanda  juga sudah digadang - gadang untuk pusat ekonomi Sumatera Selatan jika dilihat dari letak geografis pelabuhan Panjang berada dalam Teluk.

Seiring dengan perkembangan jaman atau era pembangunan fasilitas pelabuhan moderen. Pelabuhan sekarang sudah dilengkapi dengan fasilitas dermaga dan peralatan bongkar muat yang canggih. Didukung dengan pelayanan system digitalisasi terhadap pengguna jasa kepelabuhanan. 

Sumatera Selatan merupakan penghubung antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Provinsi Bandar Lampung menjadi pintu gerbang ekonomi wilayah Sumatera bagian Selatan.

Demikian disampaikan General Manager (GM) IPC/ PT.Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Pelabuhan Panjang Drajat Sulistyo kepada WARTA INDONESIA diruang kerjanya pekan kemarin.

Drajat Sulistyo menjelaskan di Sumatera bagian Selatan bahwa agro bisnis saat ini berada pada perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan. Sekarang perjalanan setelah ditopang dengan jalan tol dapat ditempuh truck 3 sampai 4 jam dari Sumsel ke Lampung.

" Kami akan mencoba mengemas Kawasan Industri Lampung menjadi satu area logistik, namanya nanti akan dibuat Lampung Integrited Industri," kata Drajat. 

Dikatakannya, pihaknya juga akan komitmen dalam akselerasi atau percepatan terhadap ekspor melalui Pelabuhan Panjang. Dengan menjadikan Provinsi Bandar Lampung menjadi basis ekspor hasil pertanian, perkebunan, pertambangan dan perikanan di Indonesia khususnya Pulau Sumatera bagian Selatan.

" IPC Panjang sangat mendukung program percepatan ekspor produk pertanian perkebunan, pertambangan dan perikanan. Karena Pelabuhan Panjang sebagai Pelabuhan penyangga Tanjung Priok," ungkap Drajat. 

Dijelaskannya, bahwa saat ini Pelabuhan Panjang telah  melakukan optimalisasi lahan di dalam area pelabuhan. Dengan membangun fasilitas yang sudah terklaster yakni memiliki 7 (tujuh) terminal khusus sesuai dengan jenis cargo antara lain : Terminal Petikemas, Terminal Curah Kering, Terminal Curah Cair, Terminal Multipurpose, Terminal Ro - Ro, Terminal ISAB dan Terminal TBL. 

" Dengan adanya terminal dan fasilitas dermaga serta alat bongkar muat yang moderen ditambah fasilitas lainnya. Diharapkan dapat mewujudkan Provinsi Lampung menjadi basis ekspor hasil produk pertanian, perkebunan, pertambangan dan perikanan," ungkapnya.

Drajat juga menyampaikan tidak hanya itu saja, namun IPC Panjang ingin segera memberikan gebrakan terhadap pertumbuhan dan peningkatkan ekonomi Provinsi  Bandar Lampung. Dengan menambahkan ruang lingkup Jalan Tol Trans Sumatera akan terkonek ke Pelabuhan Panjang.

" Hal ini  melalui sinergi antara IPC Cabang Panjang, PT Hutama Karya (Persero), PT.Perkebunan Nusantara VII dan Insan Maritim khususnya Provinsi Bandar Lampung," tuturnya.

Lebih Lanjut Drajat mengatakan pelabuhan Panjang saat ini sudah menangani curah 12.000 ton sampai 15.000 per hari. Dan sudah dapat melayani kapal - kapal besar.
Pelabuhan Panjang juga akan mengimplementasikan auto gate pass system didalam terminal pelabuhan. 

Auto Gate System ini merupakan bagian dari keseluruhan rencana digitalisasi layanan di Pelabuhan Panjang. Dalam rangka menyambut revolusi industri 4.0.

" Untuk mendukung sistem auto gate rencananya akan dilakukan Go Live System pada akhir bulan Agustus 2019. Diharapkan dukungan dari para stakeholder dan pengguna jasa pelabuhan," pungkas Drajat. (Oddie/WI).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.