UPT DITJEN HUBLA INTENSIF SOSIALISASIKAN PM NOMOR 7 TAHUN 2019 TERKAIT PEMASANGAN DAN PENGAKTIFAN AIS - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


UPT DITJEN HUBLA INTENSIF SOSIALISASIKAN PM NOMOR 7 TAHUN 2019 TERKAIT PEMASANGAN DAN PENGAKTIFAN AIS


WARTA INDONESIA  - KARIMUN 
Jelang pemberlakuan Peraturan Menteri Perhubungan No.7 tahun 2019 tentang kewajiban memasang dan mengaktifkan Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS) tanggal 20 Agustus 2019. Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut saat ini intensif mensosialisasikan PM No.7 tahun 2019 kepada stakeholder dan masyarakat maritim.


Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Tanjung Balai Karimun  Junaidi  menyelenggarakan sosialisasi PM No. 7 Tahun 2019 kepada para Nelayan serta seluruh Jasa angkutan perairan khususnya di Tanjung Balai Karimun Kabupaten Karimun, Kamis (25/7/2019).

" Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Balai Karimun menggelar Kampanye Keselamatan Pelayaran dan Sosialisasi penggunaan Automatic Identification System (AIS)," kata Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Junaidi dalam siaran persnya diterima WARTA INDONESIA.

Junaidi mengatakan kegiatan yang mengangkat tema “Keselamatan Pelayaran adalah Tanggung Jawab Bersama” . Diharapkan agar seluruh stakeholder beserta instansi tekait lainnya dapat bekerja sama. Karena keselamatan Pelayaran merupakan Tanggung Jawab semua pihak.

Junaidi menjelaskan bahwa Kepulauan Riau khususnya Tanjung Balai Karimun adalah wilayah perairan, tentunya transportasi laut sangat dibutuhkan dalam prasarana utama  transportasi vital untuk menghubungkan pulau yang satu ke pulau lainnya yang sangat dibutuhkan dalam menunjang aktivitas pelayaran.

Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan KSOP Tanjung Balai Karimun pada kesempatan itu memberikan 300 life jaket kepada para nelayan dan buruh. Pemberian tersebut bertujuan untuk mengedukasi dan membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran. 

"Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab kita bersama, oleh karena itu diperlukan sinergitas kerjasamanya dan koordinasi seluruh institusi terkait seluruh stakeholder di wilayah Tanjungbalai Karimun, Batam Kepulauan Riau dan sekitarnya," tutur Junaidi.

Selain itu, kata Junaidi bahwa kewajiban memasang serta mengaktifkan Automatic Identification System (AIS). Merupakan bentuk dukungan terhadap keselamatan dan keamanan Pelayaran diperairan Indonesia, Khususnya di perairan Karimun, Kepulauan Riau.

“Kepatuhan para stakeholder pelayaran dan masyarakat maritim terhadap pemenuhan kewajiban memasang dan mengaktifkan Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS) saat di perairan Indonesia yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 7 Tahun 2019. Bentuk dukungan dan kepedulian stakeholders pelayaran dan masyarakat maritim terhadap aspek keselamatan dan keamanan pelayaran,” imbuh Junaidi.

Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) bagi seluruh Kapal yang Berlayar di wilayah Perairan Indonesia akan diberlakukan mulai tanggal 20 Agustus 2019.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karimun, Ruffindy Alamsjah pada kesempatan mengapresiasi serta mendukung penuh kegiatan yang dilaksanakan KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun.

Aacara sosialisasi tersebut dihadiri seluruh Perkumpulan Nelayan dan seluruh Stakeholder beserta Instansi terkait lainnya.

Sistem Identifikasi Otomatis (Automatic Identification System) sendiri, selanjutnya disebut AlS adalah sistem pemancaran radio Very High Frequency (VHF) yang menyampaikan data-data melalui VHF Data Link (VDL). Untuk mengirim dan menerima informasi secara otomatis ke kapal lain, Stasiun Vessel Traffic Services (VTS), dan stasiun radio pantai (SROP). (Oddie/WI).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.