MENHUB HARAPKAN DUKUNGAN PEMDA DALAM MEMAKSIMALKAN PROGRAM TOL LAUT - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


MENHUB HARAPKAN DUKUNGAN PEMDA DALAM MEMAKSIMALKAN PROGRAM TOL LAUT


WARTA INDONESIA - JAKARTA
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa dibutuhkan peran dari pemerintah daerah. Untuk mengoptimalkan keberlangsungan Tol Laut khususnya bagi daerah bagian di Indonesia Timur, dalam menjalankan roda kegiatan -kegiatan ekonomi secara maksimal.


Hal ini disampaikan Menhub Budi Karya Sumadi pada saat menjadi panelis dalam kegiatan Forum Group Discussion yang diselenggarakan Berita Satu Media dengan tema Optimalisasi Visi Negara Maritim Dalam Pembangunan Daerah, di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Menhub Budi Karya Sumadi pada kesempatan itu, mengharapkan adanya kerjasama dalam kegiatan ekonomi di daerah yang juga didukung oleh tokoh-tokoh daerah. 

“Apa yang kita lakukan sudah cukup intensif, tetapi secara jujur saya sampaikan butuh kerjasama dengan pemerintah daerah,  butuh kerjasama dengan tokoh-tokoh daerah, dengan kegiatan ekonomi daerah. Dengan melakukan kegiatan itu harapannya bisa memberikan suatu proses yang lebih baik,” jelasnya.

Menurut Menhub, bahwa pemerintah sudah melakukan upaya-upaya agar konektivitas bertambah baik untuk mengatasi ketimpangan ekonomi di Indonesia bagian barat dan timur. Tol laut ini sangat dibutuhkan khususnya di daerah timur Indonesia. 

" Catatan kami bahwa Indonesia Timur masih belum punya kesempatan melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi secara maksimal. Harapan kita, dengan adanya tol laut akan ada stimulus bagi daerah tersebut, dan di satu sisi dapat mengurangi disparitas harga,” katanya.

Lebih Lanjut, Menhub Budi Karya Sumadi  juga menyampaikan bahwa tol laut ini akan dilakukan lebih intensif dengan memanfaatkan angkutan perintis yang berjalan ke seluruh Indonesia. Untuk dikombinasikan dengan angkutan logistik. Hal ini dapat menambah okupansi tol laut khususnya dari Indonesia bagian Barat menuju ke bagian Timur.

“Jadi untuk memastikan konektivitas itu terjadi kita mengadakan kapal perintis yang berjalan ke seluruh indonesia. Dan itu diberikan tarif yang relatif murah. Sekarang, kita akan kombinasikan dengan angkutan logistik. Ini merupakan suatu format baru dimana maksimalisasi pergerakan kapal itu dikomunikasikan," tuturnya.

Untuk mewujudkan optimalisasi Indonesia sebagai negara maritim, Kementerian Perhubungan akan memanfaatkan Pelabuhan Kuala Tanjung serta Pelabuhan Bitung yang menjadi Pelabuhan Hub selain Pelabuhan Tanjung Priok. 

“Kendalanya memang bahwa muatan-muatan yang ada itu didominasi oleh pelabuhan yang ada di negara tetangga. Oleh karena itu kita ingin menggeser jalur tersebut menjadi bagian kita. Seperti dari Malaysia dan Singapura bisa beralih ke Kuala Tanjung, dan juga bagaimana memfungsikan Pelabuhan Bitung menjadi lebih maksimal,” pungkasnya.(Oddie/WI).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.