RUPS PT JASA ARMADA INDONESIA Tbk SETUJUI LANGKAH STRATEGIS PENGGUNAAN LABA PERSEROAN TAHUN 2018 - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


RUPS PT JASA ARMADA INDONESIA Tbk SETUJUI LANGKAH STRATEGIS PENGGUNAAN LABA PERSEROAN TAHUN 2018



WARTA INDONESIA - JAKARTA
PT Jasa Armada Indonesia (JAI) Tbk telahmelaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2019 di selenggarakan di Financial Hall Lt.2 Tower Niaga  Jakarta ,Selasa (18/6/2019).

Dawan Atmosudiro Direktur Utama PT JAI kepada awak media usai melaksanakan RUPST perseroan  menyampaikan bahwa Laba bersih dan pendapatan PT Jasa Armada Indonesia (JAI) Tbk, mengalami penurunan sepanjang tahun 2018, Jika dibandingkan perolehan laba bersih perusahaan tahun 2017 mencapai Rp.120,43 milliar. Pada tahun 2018 mencapai sebesar Rp.72,81 milliar, atau mengalami penurunan sekitar 40%.

“ RUPS telah menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan termasuk didalamnya laporan kegiatan perseroan, laporan tugas pengawasan dewan komisaris dan mengesahkan laporan keuangan  perseroan tahun buku 2018,” katanya.

Dawam Atmosudiro menjelaskan setelah hasil RUPST disetujui, ada beberapa langkah strategis penggunaan laba perseroan tahun 2018 yakni : penetapan penggunaan laba perseroan tahun buku 2018 berjumlah Rp.72,8 milliar untuk cadangan sebagaimana tertera dalam pasal 70 Undang Undang Perseroan Terbatas (UUPT) sebesar Rp.1,456 milliar atau sekitar 2 %.

Sedangkan deviden tunai sebesar Rp.35,9 milliar atau 49,36%, diberikan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk menetapkan jadwal dan tata cara pembagian deviden tahun buku 2018 serta mengumunkannya di Surat Kabar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “ Disetujui laba ditahan yang belum ditentukan penggunaanya sebesar Rp.35,4 milliar atau sebesar 48,64%,” ungkapnya.

Dawam juga mengungkapkan untuk 2019 bahwa PT JAI ada beberapa proyek pelimpahan pada tahun 2018, akan dilanjutkan. Namun sekitar bulan Pebruari 2019 mulai muncul  pelayanan pelabuhan – pelabuhan baru didaerah Kalimantan Barat. Untuk tahap sekarang telah dilakukan pembicaraan terkait volume kegiatannya seperti apa kedepan.Sedangkan untuk pelayanan yangkegiatan STS khususnya di Pulau Sumatera pada tahun 2018 tercapai

Sementara Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia PT JAI, Herman Susilo menjelaskan bahwa PT JAI sampai saat ini memperoleh pendapatan yang paling terbesar adalah darijasa pelayanan  penundaan dan pemanduan kapal mencapai 89,4%, sedangkan untuk sisanya dari pengelolaan kapal.
Menurut Herman, untuk jasa pelayanan kapal masih didominasi pelabuhan Tanjung Priok  yang memberikan kontribusi  terbesar terhadap pendapatan PT JAI pada tahun 2018 hingga mencapai 55%, kemudian disusul pelabuhan Cabang Palembang 14%, Cabang Banten 13% dan Cabang Panjang 8%.
“ Saat ini PT JAI mengoperasikan 76 unit kapal, pendapatan perseroan juga masih ditopang dari pendapatan kegiatan inti atau captive market di induk perusahaan (PT Pelindo II),” katanya.
Capt.Supardi mantan Direktur Operasi PT JAI pada kesempatan itu juga menyampaikan bisnis usaha perseroan bidang pelayanan jasa pemanduan dan jasa penundaan dengan pangsa pasar utama melayani kegiatan pelayanan kapal diseluruh wilayah kerja PT.Pelabuhan Indonesia II  (Persero) yang meliputi 11 pelabuhan.

Menurut dia, pada 2017, perseroan mulai memperluas sayap bisnisnya dengan melayani angkutan laut dan pengelolaan kapal. Kemudian, pada 2018, perseroan sudah memperluas pelayanan jasa pemanduan dan penundaan di terminal khusus (Tersus) Bayah di Banten dan Tanjung Jabung di Jambi. Sedangkan pada tahun 2019 ini, perseroan kembali memperluas pelayanannya di wilayah Kalimantan Barat dan wilayah Ambang Luar Sungai Musi Sumatera Selatan. (Oddie/WI).


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.