KEMENHUB UJI PETIK DUA KAPAL DI PELABUHAN JAYAPURA, MEMASTIKAN KESIAPAN ANGKUTAN LAUT LEBARAN 2019 - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


KEMENHUB UJI PETIK DUA KAPAL DI PELABUHAN JAYAPURA, MEMASTIKAN KESIAPAN ANGKUTAN LAUT LEBARAN 2019

  WARTA INDONESIA - JAYAPURA
Memasuki penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2019 yang tinggal beberapa minggu lagi, Tim Uji Petik Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melaksanakan uji petik kelaiklautan kapal penumpang di Pelabuhan Jayapura, Papua, Kamis (23/5/2019).

Uji petik dilakukan terhadap 2 (dua) kapal penumpang yang dioperatori oleh PT. Pelni saat berada di Pelabuhan Jayapura yakni KM. Sabuk Nusantara 81 dan KM. Sinabung.

Uji petik ini merupakan rangkaian dari uji petik yang dilaksanakan  Tim Ditkapel di 16 lokasi pelabuhan di seluruh Indonesia. Selain itu, uji petik juga dilaksanakan oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelabuhan di Indonesia untuk memastikan kelaiklautan kapal-kapal yang akan digunakan sebagai angkutan lebaran tahun ini di wilayah kerja masing-masing.

Kepala Seksi Sertifikasi Keselamatan Kapal Ditkapel Capt. Ari Wibowo sebagai ketua tim uji petik menyebutkan total kapal penumpang di Pelabuhan Jayapura ada sekitar 9 kapal. Hingga saat ini Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Jayapura sudah melakukan uji petik terhadap kapal-kapal yang melayani angkutan laut lebaran 2019.

“ Dua kapal yang uji petik pada hari ini (23/5'2019) yakni KM. Sabuk Nusantara 81 dan kapal KM. Sinabung adalah kapal-kapal angkutan laut lebaran 2019,” ungkap Capt. Ari Wibowo saat memimpin jalannya uji petik di Pelabuhan Jayapura.

Ada beberapa aspek yang diperiksa pada uji petik ini diantaranya kondisi perlengkapan navigasi, permesinan, peralatan keselamatan dan pemadam kebakaran serta aspek lainnya.

Capt. Ari Wibowo mengatakan, untuk menjamin keselamatan pelayaran, pemilik kapal harus memiliki SOP dan alat-alat keselamatan yang memadai. Dalam kondisi baik dan mudah dijangkau oleh penumpang apabila terjadi proses evakuasi.

“Jumlah life jacket yang tersedia harus 125 persen dari jumlah kapasitas penumpang dan awak kapal, sekoci harus diikat dengan baik. Alat pemadam kebakaran juga harus berfungsi dan berada di tempat yang mudah dijangkau,” jelas Capt. Ari Wibowo saat melakukan uji petik di kapal KM. Sabuk Nusantara 81.

Menurut dia, pada pemeriksaan kali ini pihaknya tidak menemukan temuan major, namun hanya sedikit penyesuaian dan penambahan yang harus dilakukan oleh pemilik kapal.

Yang harus diperhatikan, kata Capt. Ari Wibowo adalah pemeriksaan KM Sinambung dilakukan dengan memverifikasi hasil uji petik yang dilakukan oleh  Marine Inspector dari kantor kesyahbandaran Utama Makasar. Yang dilakukan pada tanggal 30 april 2019 dan hasil verifikasi temuan adalah ketidaksesuaian telah dilaksanakan KM. Sinabung dengan baik.

"Tim uji petik oleh Ditkapel mencoba peluncuran lifeboat no.5 dan melakukan tes pada emergency fire pump hasilnya memuaskan. KM. Sinabung siap digunakan sebagai kapal angkutan laut Lebaran 2019," katanya.

Lebih jauh Capt. Ari Wibowo meminta agar perusahaan pelayaran selaku pemilik kapal berkomitmen. Untuk memperbaiki dan memenuhi kekurangan dan temuan-temuan yang didapatkan dari hasil uji petik tersebut.

Pihaknya berharap uji petik yang dilaksanakan Tim Ditkapel bersama dengan para pejabat pemeriksa keselamatan kapal dari KSOP Jayapura ini, dapat meningkatkan kesadaran para operator kapal akan pentingnya pemenuhan aspek keselamatan dan kelaiklautan kapal sehingga tercipta mudik bareng, asyik lancar.

Capt. Ari Wibowo pada kesempatan itu mengingatkan bahwa hasil temuan atau ketidaksesuaian yang didapatkan selama uji petik ini harus ditindaklanjuti selambat-lambatnya tanggal 24 Mei 2019 sesuai instruksi Dirjen Perhubungan Laut.

“Hal ini dilakukan untuk memastikan semua kapal berada dalam kondisi prima pada saat musim puncak angkutan lebaran sehingga penumpang kapal dapat mudik ke kampung halamannya dengan selamat, aman, tertib dan lancar, begitu pula sebaliknya pada arus balik,” pungkas Capt.Ari Wibowo.

Petugas Pemeriksa Keselamatan Kapal ( PPKK) dipimpin oleh Capt Ari Wibowo dengan anggota tim adalah Frenky Widiyanti, Sri Suharni, dan Rachmat A Nirang.

Untuk diketahui hingga hari ini (23/5/209), tim uji petik Kantor Pusat Ditjen Hubla cq. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan telah melakukan uji petik kelaiklautan kapal penumpang secara acak di 14 pelabuhan dari total 16 pelabuhan yang ditargetkan. 

Ke-14 pelabuhan tersebut adalah Batam, Kendari, Nunukan, Pare-Pare, Tanjung Perak, Tanjung Emas, Sampit, dan Tanjung Balai Karimun, Tanjung Buton, Ternate, Tual, Palembang, Merak dan Jayapura. Berikutnya 2 pelabuhan yang akan menjadi lokasi uji petik adalah Muara Angke dan Tanjung Priok.
(Oddie/WI).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.