KEMENHUB CQ DITJEN HUBLA SERAHKAN PAS KECIL KAPALKEPADA NELAYAN DI WILAYAH MADURA - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


KEMENHUB CQ DITJEN HUBLA SERAHKAN PAS KECIL KAPALKEPADA NELAYAN DI WILAYAH MADURA


WARTA INDONESIA - PAMEKASAN 
Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali menyerahkan sertifiikat pengukuran kapal dibawah GT 7  atau Pas Kecil kepada masyarakat nelayan di pelabuhan-pelabuhan di wilayah Madura khususnya dikabupaten Pamekasan Jawa Timur, Kamis (23/5'2019).


Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha pada kesempatan itu mengatakan bahwa sertifikat pengukuran kapal dibawah GT 7 atau yang dikenal dengan Pas Kecil diserahkan secara simbolis kepada 6 nelayan Tradisional. Total jumlah pas kecil yang dikeluarkan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Branta adalah 1500 Pas kecil yang  diserahkan kepada para pemilik kapal tradisional tanpa di kenakan biaya apapun.

Arif Toha mengungkapkan dengan di berikannya pas kecil kepada para nelayan tradisional di beberapa pelabuhan Madura ini. Pemerintah justru ingin memberikan perlindungan dan rasa aman bagi para nelayan yang telah memiliki pas kecil, karena telah memiliki legalitas atas kapalnya yang selalu digunakan dalam mencari nafkah.

"Keselamatan di laut adalah hal yang sangat penting dan harus di perhatikan para nelayan dalam menjalani pekerjaannya. Dan ini menjadi perhatian direktorat jenderal perhubungan laut untuk memberikan pemahaman- pemahaman dasar melaut. Untuk antisipasi jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Karena dengan kesadaran tentang keselamatan dilaut  dan mematuhi aturan aturan yang berlaku. Maka semua berpartisipasi didalam menciptakan kondisi pelayaran aman, selamat, tertib dan nyaman," pungkas Arif Toha.

Acara penyerahan Pas Kecil dimaksud juga sekaligus dilaksanakan pembukaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bekerjasama dengan Politeknik Pelayaran Surabaya dengan jumlah peserta sebanyak 254 orang dari kurang lebih 500 pendaftar.

Acara DPM dibuka langsung oleh Bupati Pamekasa,  Badrut Tamam dan dihadiri Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya. 

Bupati Pamekasan Badrut Tamam dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang mau memperhatikan masyarakat nelayan di daerahnya. Untuk dapat memiliki keahlian, dan mengharapkan agar para peserta kegiatan dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik baiknya.

"Program program yang seperti ini yang bisa meningkatkan kualitas dari para nelayan nelayan di daerah kami . Untuk membantu pertumbuhan perekonomian yang kuat didaerah. Maka kamipun memerlukan tenaga renata yang terampil di bidangnya masing masing, dan ini adalah salah satu bentuk perhatian pemerintah pusat  mau langsung turun kepada masyarakat, kami sangat bahagia," kata Badrut.

Sementara, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Branta, Edi Kiswanto mengatakan pemberdayaan Masyarakat ini dilaksanakan secara bergelombang, mengingat antusias para nelayan di wilayah Madura yang ingin mengikuti kegiatan tersebut.

Diklat yang bertujuan untuk mengedukasi para nelayan tentang keselamatan dan keamanan pelayaran ini berisikan materi Basic Training Safety (BST) dan pemberian Surat Keterangan Kecakapan 30 Mil (SKK 30 Mil) bagi para nelayan tradisional berbagai daerah kabupaten seperti, Bangkalan, Sampang dan Pamekasan.

"Kami membagi kegiatan ini menjadi 2 (dua) gelombang pelaksanaan. Tercatat sampai saat ini jumlah pendaftar yang sudah mencapai  500 orang yang merupakan para nelayan tradisional," pungkas Edi Kiswanto.(Oddie/WI).


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.