DITJEN HUBLA LAKUKAN UJI PETIK KAPAL PENUMPANG DI TANJUNG BALAI KARIMUN JELANG ANGKUTAN LAUT LEBARAN 2019 - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


DITJEN HUBLA LAKUKAN UJI PETIK KAPAL PENUMPANG DI TANJUNG BALAI KARIMUN JELANG ANGKUTAN LAUT LEBARAN 2019


WARTA INDONESIA - TANJUNG BALAI KARIMUN

Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut melakukan uji petik atau pemeriksaan kelaiklautan kapal di wilayah Tanjung Balai Karimun, Selasa (30/4/2019). Dalam rangka penyelenggaraan angkutan laut Lebaran tahun 2019, supaya berjalan dengan aman, selamat, tertib dan nyaman.


Ditjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menurunkan Tim Uji Petik dari Kantor Pusat Ditjen Perhubungan Laut dipimpin Kepala Sub Direktorat Keselamatan Kapal, Capt. Sidrotul Muntaha. Tim ini melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang singgah di 3 (tiga) pelabuhan yakni Pelabuhan Roro Parit Rempak, Pelabuhan KPK dan Pelabuhan Domestik dengan total kapal yang diuji petik sebanyak 5 unit kapal.

Capt.Sidrotul Muntana menjelaskan uji petik diawali di atas KMP Kundur, kapal Roro tujuan Karimun-Tanjungpinang. Kemudian dilanjutkan ke kapal KMP Kakap yang melayari rute Karimun-Selat Beliah. Dua kapal tersebut berada di Pelabuhan Roro, Parit Rampak. Selanjutnya, tim bergerak ke pelabuhan KPK melakukan pengecekan 2 kapal yang melayari antar pulau dan uji petik berakhir di kapal MV Dumai Express yang sandar di Pelabuhan Domestik.

“Kita menurunkan tim pemeriksa yang terdiri dari Marine Inspektor dari kantor pusat dan dari KSOP Tanjung Balai Karimun,” ujar Capt. Sidrotul Muntana.

Capt. Sidrotul Muntana menyampaikan bahwa menjelang Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran tahun 2019, Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut saat ini sedang melaksanakan uji petik di semua pelabuhan. Untuk memastikan pelaksanaan uji petik tersebut berjalan dengan lancar, tim Kantor Pusat Ditjen Perhubungan Laut melakukan uji petik secara acak di 16 pelabuhan.

"Seluruh UPT juga melaksanakan Uji Petik terkait kelaiklautan kapal-kapal, yang akan digunakan pada saat angkutan laut lebaran," ungkap Capt. Sidrotul.

Dia mengatakan jika pada saat uji petik ditemukan adanya ketidaksesuaian yang sifatnya perbaikan. Maka perbaikan tersebut harus selesai sebelum batas waktu tanggal 24 Mei 2019. Dan apabila lewat batas waktu belum juga terpenuhi maka kapal tersebut ditunda  beroperasi sampai ketidaksesuaiannya terpenuhi.

Dari pemeriksaan tersebut, tim Uji Petik menyatakan bahwa secara umum kondisi kapal penumpang di Tanjung Balai Karimun dalam keadaan baik dan laik laut. Walaupun masih terdapat beberapa temuan minor yang perlu diberikan catatan rekomendasi untuk segera dilengkapi dan diperbaiki.

"Terhadap beberapa temuan minor dan kekurangan yang ditemukan di lapangan, kami minta kepada seluruh pemilik kapal agar segera melakukan perbaikan ataupun melengkapi kekurangan dan rekomendasi tersebut sebelum angkutan laut lebaran dimulai," pungkas Capt. Sidrotul.

Sementara, Kepala Kantor KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Junaidi menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik dan mendukung penyelenggaraan kegiatan pemeriksaan kelaiklautan kapal atau uji petik ini.

“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat tercipta sinergi antara Kantor Pusat dengan Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah. Dalam rangka meningkatkan pengawasan dan mewujudkan keselamatan pelayaran,” ucap Junaidi.

Junaidi menjelaskan bahwa uji petik yang dilakukan oleh Marine Inspector dari Kantor Pusat dan juga dari KSOP Tanjung Balai Karimun  terkait pemenuhan standar kelaiklautan kapal. Khususnya untuk kapal Roro dilakukan pemeriksaan terhadap pemuatan kendaraan di atas kapal. 

Selain itu, katanya akan dicek kelengkapan alat keselamatan lainnya seperti life jacket. Untuk menyadarkan semua pihak akan pentingnya keselamatan pelayaran, KSOP Tanjung Balai Karimun.

"Kami menghimbau kepada seluruh pemilik kapal agar memenuhi standar keselamatan pelayaran dan KSOP Tanjung Balai Karimun akan memasang himbauan keselamatan berlayar di masing-masing pelabuhan. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama," pungkas Junaidi. (Oddie/WI).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.