KEMENHUB KERAHKAN DUA KAPAL TANGANI SENGGOLAN KAPAL DI PERAIRAN MERAK BANTEN - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


KEMENHUB KERAHKAN DUA KAPAL TANGANI SENGGOLAN KAPAL DI PERAIRAN MERAK BANTEN


WARTA INDONESIA - MERAK 

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan cq Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten mengerahkan dua unit kapal patroli KPLP yaitu KNP. 372 dan KNP. 530 untuk membantu proses penanganan musibah senggolan 2 (dua) kapal penyeberangan yang terjadi di Pelabuhan Merak Banten, Senin (22/4/2019).


Pada kejadian tersebut, seluruh penumpang kapal dipastikan selamat dan 1 (satu) orang awak kapal Mualim I dari KMP Windu Karsa Dwita terjatuh ke laut yang hingga kini masih dalam proses pencarian.

Seperti diketahui sebelumnya, dua kapal penyeberangan masing-masing KMP. Windu Karsa Dwitya  dan KMP. Virgo 18 mengalami musibah senggolan di luar Break Water Penyeberangan Pelabuhan Merak Banten.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Banten, Herwanto dalam keterangan persnya diterima WARTA INDONESIA melalui Kabag Orgaisasi Dan Humas Ditjen Perhubungan Laut Yan Prastomo Ardi, Selasa (23/4/2019) mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika Kapal Motor Penumpang Windu Karsa Dwitya yang baru saja lepas sandar dari Dermaga satu  bersenggolan dengan KMP Virgo 18 di sekitar luar break water depan dermaga 5 dan 7 Pelabuhan Merak Banten.

“Akibat musibah itu, terjadi kerusakan pada KMP. Virgo 18 yaitu  lambung palka atas kanan mengalami robek. Sedangkan KMP.Windu Karsa Dwitya mengalami kerusakan pada anjungan sebelah kanan hancur karena tertabrak palka atas KMP.Virgo 18,” ungkap Herwanto.

Menurut Herwanto, saat ini Kantor KSOP Banten telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Basarnas dan PT ASDP Indonesia Ferry serta mengerahkan dua kapal patroli yaitu KNP. 372 dan KNP. 530 untuk membantu penanganan musibah tersebut dan mencari 1 orang korban awak kapal yang jatuh ke laut.

"Hingga saat ini, proses evakuasi masih dilakukan oleh Tim SAR dibantu petugas dari KSOP Banten dan PT. ASDP Merak," kata Herwanto. 

Herwanto menambahkan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah turun ke lapangan untuk menyelidiki penyebab terjadi musibah tersebut.(Oddie/WI).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.