KEMENHUB DAN LANTAMAL VI GELAR PADAT KARYA BERSIH-BERSIH KANAL PANAMPU MAKASSAR, LIBATKAN 2000 WARGA - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


KEMENHUB DAN LANTAMAL VI GELAR PADAT KARYA BERSIH-BERSIH KANAL PANAMPU MAKASSAR, LIBATKAN 2000 WARGA



WARTA INDONESIA - MAKASSAR
Dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya masyarakat di sepanjang Kanal Panampu Makassar agar tidak membuang sampah ke Kanal Panampu.Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar bekerjasama dengan Lantamal VI Makassar menggelar Program Padat Karya dengan aksi massal bersih - ersih Kanal Panampu sepanjang 2,8 kilometer yang di mulai dari Al Markaz sampai Trashrack Panampu di Makassar, Minggu (28/4/2019)

.

Kegiatan aksi massal ini disaksikan Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha.

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Rahmatullah, warga masyarakat di sepanjang Kanal Panampu ini meliputi 4 Kecamatan yakni Kec.Talo, Kec.Panampu, Kec.Ujung Tanah dan Kec.Bontowala mempunyai peran penting dalam menjaga kebersihan Kanal Panampu.  

“Program aksi massal bersih-bersih Kanal Panampu ini melibatkan sekitar 2.000 orang terdiri dari warga masyarakat sekitar, wakil instansi dan para pemangku kepentingan di pelabuhan Makassar serta para taruna akademi pelayaran. Program padat karya ini sejalan dengan visi pelabuhan Makassar yakni Pelabuhan menuju zero-sampah pada tahun 2021,” ungkap Rahmatullah.

Rahmatullah,menjelaskan tujuan utama kegiatan ini dilaksanakan adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat  agar tidak membuang sampah di Kanal Panampu. Karena saat ini setiap hari sekitar 5 sampai 10 ton sampah khususnya sampah plastik masih  mengotori kanal ini,  yang pada akhirnya akan hanyut dan langsung terbawa ke laut dan bertumpuk di kolam pelabuhan Makassar.

“Sampah, khususnya sampah plastik sering dibuang ke kanal Panampu akan terbawa ke laut dan menjadi perusak bagi ekosistem di laut.  Salah satu contoh sering kita dengar, beberapa ikan paus telah mati dan terdampar di beberapa tempat dan yang lebih menyedihkan lagi adalah setelah dibedah, di perut ikan tersebut terdapat puluhan kilogram plastik,"ucapnya.

Menurut Rahmatullah, sebelum kegiatan aksi massal ini dilaksanakan, sebanyak 45 orang warga masyarakat setempat dilatih selama empat hari, sejak tanggal 24 sampai dengan 27 April 2019, untuk menjadi Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas).

“Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) ini selanjutnya akan bertugas memberikan penyuluhan dan melakukan pengawasan, kepada masyarakat sekitar agar tidak membuang sampah ke kanal," ujar Rahmatullah.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha yang ikut menyaksikan langsung pelaksanaan kegiatan padat karya, aksi massal bersih-bersih kanal Panampu ini menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar dan Lantamal VI yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan aksi massal bersih kanal pada hari ini (28/4/2019).

“Kami sangat mengapresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan menyukseskan kegiatan aksi massal ini. Khususnya kepada Lantamal VI yang telah menyediakan ruangan dan para instruktur dalam memberikan pelatihan kepada  Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dari tanggal 24 sampai dengan 27 April 2019,” ujar Arif Toha.  

Menurut Arif Toha, dengan dilantiknya Pokmaswas ini bukan merupakan tugas terakhir tapi justru menjadi awal dari tugas bersama, untuk menjadikan kanal Panampu bersih dari sampah. 

"Mulai sekarang kita harus malu membuang sampah di kanal demi Makassar yang bersih. Jadikan Makassar Saya, Makassar Bersih," ungkap Arif Toha. 

Arif Toha mengharapkan agar kegiatan aksi massal bersih sampah plastik ini dapat diikuti oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut lainnya. Guna mendukung program Pemerintah untuk mengurangi sampah plastik di laut Indonesia sebesar 70 persen pada tahun 2025.

Yang paling penting adalah bagaimana mencegah warga atau siapapun untuk tidak  membuang sampah sembarangan agar lingkungan menjadi bersih dan sehat. Mulailah dari lingkungan terkecil dulu, mulai dari diri sendiri dan mulailah dari sekarang. Sediakan selalu tempat sampah yang memadai di setiap sudut atau tempat yang mudah terjangkau. 

" Tumbuhkan rasa peduli dan tanamkan rasa memiliki sedini mungkin. Dengan rasa memiliki dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan maka niat baik kita semua untuk mengurangi sampah di lingkungan sekitar dapat terwujud," pungkas Arif Toha. (Oddie/WI).



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.