21 UPT DEKLARASI PENCANANGAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK DAN WBBM DI LINGKUNGAN DITJEN HUBLA - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


21 UPT DEKLARASI PENCANANGAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK DAN WBBM DI LINGKUNGAN DITJEN HUBLA


WARTA INDONESIA - JAKARTA 

Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut mendeklarasikan pencanangan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, di Kementerian Perhubungan Jakarta,Senin (29/4/2019).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo, memimpin langsung deklarasi pencanangan itu dan diikuti oleh 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut.

Ke-21 UPT antara lain 4 (empat) Kantor Kesyahbandaran Utama, yaitu Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan dan Makasar, 4 (empat) Kantor Otoritas Pelabuhan Utama, yaitu Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan dan Makasar, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas, Semarang, 4 (empat) Distrik Navigasi Kelas I yaitu Distrik Navigasi Tanjung Priok, Surabaya, Belawan dan Makassar, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Khusus Batam, 2 (dua) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan kelas II yaitu KSOP Kelas II Samarinda dan KSOP Kelas II Gresik,

Selain itu, 2 (dua) Distrik Navigasi Kelas II yaitu Disnav Semarang dan Disnav Benoa, Balai Keselamatan dan Kesehatan Pelayaran (BKKP), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tarakan dan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas I Bau-Bau.

Dirjen R.Agus H.Purnomo mengatakan pemilihan ke 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut merupakan pilot project unit kerja yang berpredikat sebagai WBK dan WBBM. Penentuan ini berdasarkan beberapa kriteria antara lain memiliki  tata kelola organisasi yang baik, seperti transparansi, akuntabilitas, partisipatif, pengukuran kinerja individu, dan efektif dalam memberikan pelayanan informasi publik.

Menurut Dirjen Agus, pembangunan zona integritas di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut ini merupakan bentuk implementasi dari amanat Peraturan Presiden nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi dan Peraturan. Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas. Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Lingkungan Instansi Pemerintah.

"Zona Integritas sendiri merupakan predikat yang diberikan kepada instansi Pemerintah yang pimpinan dan jajarannya memiliki komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM,  melalui reformasi birokrasi khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik,"ungkap Dirjen Agus.

Sebagai tindak lanjut peraturan tersebut, maka daru 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melakukan deklarasi pencanangan Zona Integritas.  Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih  dan Melayani (WBBM) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

"Saya mengingatkan agar pimpinan UPT sejak hari ini, untuk dapat mengontrol dan mengendalikan jajarannya. Untuk selalu berlaku jujur dan mengutamakan transparansi di setiap melakukan pekerjaannya. Dan yang paling penting adalah mengedukasi stakeholder dan masyarakat pengguna jasa.Untuk mengikuti aturan yang berlaku di setiap permohonan pelayanan juga perizinan," tegas Dirjen Agus.

Selain itu, yang penting harus diperhatikan adalah perlunya perubahan pola pikir (mindset) dan perilaku kerja (culture set). Baik terhadap pimpinan dan jajaran yang telah mendeklarasikan sebagai zona integritas menuju WBK dan WBBM.  

"Semua unit kerja dimulai dan pimpinan dan staf harus  berperan aktif mencegah dan memberantas korupsi dan tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela. Tumbuhkan sikap untuk tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung serta bersikap jujur, transparan, objektif, dan akuntabel. Dalam melaksanakan tugas sehingga tercipta budaya kerja berintegritas dan budaya melayani," pungkas Dirjen Agus.

Hadir dalam deklarasi pencanangan zona integritas WBK dan WBBM yakni Direktur Kepelabuhanan M. Tohir, Direktur KPLP Ahmad, Direktur Kenavigasian Basar Antonius, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Capt. Sudiono, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko serta perwakilan dari Bagian dan UPT di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut.(Oddie/WI).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.