MCT KONSENTRASI PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN DAN INOVASI PELAYANAN RAIH PASAR BARU - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


MCT KONSENTRASI PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN DAN INOVASI PELAYANAN RAIH PASAR BARU


WARTA INDONESIA  - JAKARTA
Marunda Center Terminal (MCT) pengelolaannya oleh PT Pelabuhan Tegar Indonesia telah memperoleh konsesi selama 65 tahun sebagai pemegang izin BUP (Badan Usaha Pelabuhan) dari Kemenhub tahun 2017. Dalam perkembangannya manajemen PT. PTI saat ini sedang konsentrasi pengembangan fasilitas pelabuhan untuk meningkatkan pelayanan terhadap mitra pengguna jasa kepelabuhanan.


" Sejak berdirinya MCT tidak menggunakan APBN, murni dibiayai dari internal perusahaan. Makanya satu rupiah pun harus dipertanggung jawaban, tentu pengembangan fasilitas ini harus dikaji dengan matang, " kata Direktur Komersial MCT Aulia Febrial Fatwa  dalam acara Ship Owner & Ship Agent Gathering PT PTI, bertempat di dermaga MCT, Jakarta Utara, Kamis (14/3/2019).

Menurut,  Febri PT Pelabuhan Tegar Indonesia (PTI) atau Marunda Center Terminal (MCT) terus mengembangkan fasilitas terminal yang dikelolanya. untuk tahun 2019 sampai dengan tahun 2020, atau dua tahun kedepan manajemen PT PTI menargetkan pelabuhan MCT akan menjadi pelabuhan internasional.

" Namun,  untuk mencapai pelabuhan internasional, MCT harus dapat penilaian dan persyaratan dari tiga Kementerian yakni Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perdagangan,” ungkap Aulia Febrial Fatwa, sering disapa dengan panggilan akrab Febri. 

Penjelasan Febri, dalam sesi tanya jawab pada acara Ship Owner & Ship Agent Gathering PT PTI, Dirut PT PTI Ravi Menon didampingi Direktur Operasi PT PTI Abdul Karim,  mengatakan pihaknya membenarkan akan target manajemen pada tahun 2020, status MCT sudah menjadi pelabuhan Internasional. 

Melalui upaya itu, menurut Ravi Menon, MCT diharapkan bisa tumbuh secara organik seiring dengan pasar - pasar baru yang berhasil diraih. " Namun prioritas utama kami adalah memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jasa," katanya. 

Pada kesempatan itu,  Kepala KSOP Pelabuhan Marunda Iwan Soemantri, mengapresiasi upaya peningkatan pelayanan yang diberikan MCT kepada para pengguna jasa.  Terkait status layanan pelabuhan Marunda saat ini, KSOP masih menyesuaikan dengan regulasi yang berlaku saat ini. 

Sementara, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan  Bea Cukai Tipe Madya Pabean A Marunda Sehat Yulianto menyampaikan saat ini misi Bea Cukai bisa membantu perdagangan internasional agar bisa berjalan dengan baik dan industri bertumbuh besar,  bisa bersaing dalam tingkat internasional.

"Jadi walaupun MTC saat ini masih melayani kapal intersuler, kami dari Bea Cukai siap mendukung kalau suatu saat nanti pelabuhan PT PTI dapat menuju pelabuhan internasional, tentunya dibawah bimbingan dari Perhubungan Laut, " jelasknya. 

Selain diisi dengan acara diskusi mengenai bagaimana terminal ini kedepan. Pada kesempatan tersebut dilakukan penyerahan sertifikat SOCPF – ISPS Code dan OSCP dari Kementerian Perhubungan (Hubla). 

Penyerahan kedua sertifikat tersebut bahwa dari sisi keamanan kapal dan keamanan pelabuhan, MCT sudah memenuhi standar pelabuhan internasional

Sunarno dari pelayaran Tresna Muda Sejati sesi tanya jawab juga menyoroti agar MCT sebaiknya menyiapkan gudang penumpukan, container yard untuk kegiatan petikemas, sehingga pelayaran sektor kontainer akan berpikir untuk masuk ke MCT.

Menurut dia,  saat ini fasilitas seperti gudang penumpukan petikemas, CY belum tersedia, jadi kami juga sulit untuk memasarkan ke shipper.

Para pengguna jasa MCT menyayangkan akses jalan dari dan ke terminal tersebut yang sangat macet, sehingga aktivitas mereka cukup lamban.

Mengenai kemacetan akses jalan tersebut, Febri mengemukakan jika jalan menuju ke terminal MCT menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Bekasi - Jawa Barat , dan sebagian Pemprov DKI Jakarta.

Untuk diketahui, saat ini MCT sudah melayani kapal-kapal internasional yang mengangkut curah cair. Sedangkan untuk kargo lainnya ternasuk kontainer masih untuk domestik. 

MCT salah satu BUP yang ada di pelabuhan Marunda selain KCN. MCT saat ini sudah siap melayani kapal dengan DWT 40 ribu, karena memiliki kedalaman (draft) 9,5 meter. Sampai sekarang baru kapal-kapal dengan draft 7 meter dengan DWT 15 ribu yang masuk ke MCT. (Oddie/WI).



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.