MANAJEMEN IPC/ PT PELABUHAN INDONESIA II (PERSERO) TANDA TANGANI TIGA MoU DI SUMATERA SELATAN - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


MANAJEMEN IPC/ PT PELABUHAN INDONESIA II (PERSERO) TANDA TANGANI TIGA MoU DI SUMATERA SELATAN


WARTA INDONESIA - PALEMBANG
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC secara agresif melakukan sinergi untuk mendorong penataan dan pengembangan pelabuhan di Provinsi Sumatera Selatan melalui penadatanganan memorandum of understanding atau kesepakatan bersama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan.


IPC melakukan berbagai upaya untuk peningkatan kualitas pelayanan operasional dalam rangka menuju visi yang sudah disepakati untuk menjadi pengelola pelabuhan berkelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan. Untuk mewujudkan hal itu, IPC telah melakukan berbagai transformasi seperti modernisasi pelabuhan baik dari sisi infrastruktur dan suprastruktur agar sesuai dengan standar internasional.

 Dalam menjalankan upaya tersebut dibutuhkan adanya sinergi dan kolaborasi serta dukungan dari Pemerintah pusat dan Pemerintah daerah serta stakeholder terkait.
Dalam penataan dan pengembangan pelabuhan, IPC bersama sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan menuangkannya dalam nota kesepahaman bersama yang ditandatangani di Hotel Aryaduta, Palembang,Jumat (15/3/2019)

IPC menjalin sinergi usaha dengan bentuk penyiapan rencana kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang dituangkan dalam nota kesepahaman bersama. Terkait pengembangan pelabuhan laut dalam (deep sea port) dan sekitarnya serta kelancaran arus barang di Provinsi Sumatera Selatan dalam mendukung pertumbuhan perekonomian Provinsi Sumatera Selatan khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Penandatanganan Nota Kesepahaman  dilakukan Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya dengan Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, disaksikan Ketua DPRD Sumatera Selatan, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Pangdam II Sriwijaya Sumatera Selatan, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Direktur Teknik IPC Dani Rusli Utama, General Manager IPC Palembang Agus Edi Santoso dan jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

“Kerjasama ini merupakan langkah strategis korporasi dalam membangun konektifitas nasional kaitannya untuk mengoptimalkan potensi dan geliat perekonomian di Provinsi Sumatera Selatan, dengan mempercepat pembangunan pelabuhan laut dalam (deep sea port). Penandatangan ini adalah tindak lanjut atas komitmen IPC untuk peningkatan kualitas pelayanan dan menciptakan efisiensi pelayanan kepelabuhanan, serta mendukung program pemerintah dalam menurunkan biaya logistik”, ujar Elvin G Masassya

Elvin G Masassya mengatakan dengan kerjasama ini, IPC dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan melakukan kajian-kajian, penyusunan kebijakan dan program terkait kelancaran arus barang di Provinsi Sumatera Selatan. Diantaranya termasuk pengembangan infrastruktur jalan akses menuju Pelabuhan Tanjung Carat, Pelabuhan Sungai Lais dan Pelabuhan Boom Baru Palembang. 

" Kajian ini mencakup  aspek ekonomi, finansial, teknis, komersial, operasional, legal serta aspek terkait lainnya yang bertujuan untuk pelaksanaan kerjasama pembangunan dan pengembangan pelabuhan laut dalam (deep sea port)  di Provinsi Sumatera Selatan," jelasnya.

Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, H. Herman Deru, pada kesempatan itu menyampaikan keberadaan pelabuhan merupakan salah satu bagian terpenting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan, khususnya dalam meningkatkan nilai tambah (added value) dari hulu ke hilir untuk produk-produk maupun komoditas ekspor unggulan yang dimiliki oleh Provinsi Sumatera Selatan, seperti batu bara, karet, kelapa sawit dan kelapa (coconut).

“Diharapkan dengan adanya sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan BUMN PT Pelabuhan Indonesia II dalam hal pengembangan dan pembangunan pelabuhan laut dalam dapat menjadi momentum untuk saling berkomitmen meningkatkan perekonomian Provinsi Sumatera Selatan," katanya.

Selain itu,  di era sustainability sebagai salah satu bentuk sinergi bisnis dan soliditas dengan perusahan BUMN.  IPC juga menjajaki kerjasama dengan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Nota Kesepahaman IPC dengan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang ditandatangani  Dirut IPC, Elvyn G Masassya dengan Dirut PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, Mulyono Prawiro tentang rencana kerjasama strategi baik dalam pemanfaatan jasa dan fasilitas yang ada. Maupun jasa dan kegiatan bisnis lainnya untuk memperlancar dan mengembangkan korporasi.

Dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara IPC dengan Badan Narkotika Nasional, tentang Pencegahan, Penanggulangan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di Wilayah Kerja PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Palembang. Masing-masing diwakili General Manager IPC Cabang Pelabuhan Palembang, Agus Edi Santoso dan Kepala Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan, Drs. Jhon Turman Panjaitan. 

“IPC dan BNN memiliki visi yang sama, yakni memerangi narkoba dan menyehatkan masyarakat. Kami mendukung penuh upaya BNN dalam mencegah dan menanggulangi penggunaan dan peredaran narkotika khususnya di area Pelabuhan Boom Baru, Palembang.” ujar Agus Edi Santoso.

GM IPC Palembang Agus Edi Santoso mengatakan bahwa penandatangan nota kesepahaman ini menunjukan komitmen IPC untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dengan memberikan keamanan bagi pekerja dan pengguna jasa. Ruang lingkup kerjasama antara IPC dan BNN yakni melakukan tindakan preventif atas pencegahan dan penanggulangan peredaran dan penggunaan narkotika. 

" Sosialisasi terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, tes urine secara berkala terhadap pegawai dan/atau  pihak lain yang bekerja di pelabuhan," jelasnya.

 Elvin G Masassya di akhir acara menegaskan dalam nita kesepahaman ini dibutuhkan adanya keselarasan kebijakan, strategi, program dan rencana pengembangan yang sejalan antara IPC dengan program-program strategis stakeholder terkait. 

" Ketiga nota kesepahaman tersebut merupakan satu bentuk platform untuk menyatukan orientasi, meningkatkan penyelarasan/alignment dan mengoptimalkan kolaborasi dalam eksekusi bisnis," tutupnya. (Oddie/WI). 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.