34 UNIT KAPAL TERBAKAR DI PELABUHAN MUARA POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK TETAPKAN 3 (TIGA) ORANG TERSANGKA - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


34 UNIT KAPAL TERBAKAR DI PELABUHAN MUARA POLRES PELABUHAN TANJUNG PRIOK TETAPKAN 3 (TIGA) ORANG TERSANGKA


WARTA INDONESIA - JAKARTA 
Menyikapi kejadian kebakaran yang menghanguskan 34 unit kapal ikan pada hari Sabtu 23 Pebruari 2019 pada Pukul 15.00 WIB di dermaga Barat Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman Jakarta (PPNJ)  Muara Baru - Jakarta Utara. 


Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggelar Konferensi Pers pengungkapan kasus tindak pidana kebakaran kapal bertempat di Ruang Lobby Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu, (02/03/2019)  dipimpin langsung Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, SIK, M.Si didampingi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP.Reynold E.P Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si, M.H., Wakapolres Kompol Kurniawan Hartono SIK, Kasat Reskrim AKP M Faruk Rozi, SIK, MSi dan Kasubag Humas Iptu Hendro Prayitno, SH.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil  mengungkap dan menetapkan tiga tersangka masing - masing inisial SA,  WS dan T.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan kronologis terjadinya kebakaran tersebut berawal tersangka inisial T nakhoda KM Arta Mina Jaya meminta pengurus kapal inisial S,  untuk memanggil tukang las memperbaiki dudukan pompa keong dikamar mesin.  Inisial S meminta kepada tersangka inisial WS pemilik dan pengelola bengkel Mitra Wijaya. Tersangka WS menyuruh inisial SA untuk melakukan pengerjaan pengelasan dudukan pompa keong dikamar mesin. 

Dijelaskanya, tersangka SA sedang melakukan pekerjaan pengelasan pada pondasi pompa keong yang patah dalam kamar mesin Kapal Motor (KM) Arta Mina Jaya sedang sandar di dermaga Barat Pelabuhan Muara Baru. Dilengkapi dengan peralatan Trafo merek Rino 200. Dengan peralatan daya listrik disalurkan melalui genset kapal. Didalam kamar mesin rersebut terdapat bekas - bekas bahan bakar solar. 

" Pada saat mengerjakan pekerjaan pengelasan tersebut,  tersangka SA kurang memperhatikan percikan api saat ngelas sehingga mengakibatkan kebakaran pada KM Arta Mina Jaya. Kemudian api menyambar kapal - kapal yang ada disekitarnya. Ternyata setelah  dilakukan penyelidikan tersangka SA,  tidak memilki sertifikat keahlian dibidang pengelasan dan saat melakukan pekerjaan tidak dilengakapi peralatan (safety) Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)," paparnya. 

Lebih lanjut Kombes Argo Yuwono menambahkan akibat kebakaran itu,  mengakibatkan lebih 33 unit kapal lainya ikut terbakar.  Dari 20 unit kapal yang terbakar ditaksir kerugian mencapai  Rp. 23,4 miliar. Sedangkan yang 14 unit kapal belum dapat ditaksir kerugiannya dan atas kejadian kebakaran tersebut  33 orang saksi sudah diperiksa. 

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Moh. Faruk Rozi pada kesempatan itu juga menyebutkan barang bukti yang berhasil dikumpul saat penyidikan antara lain : 1(satu) unit Trafo las merek Rino 200, kabel las berwarna hitam dan orange 2 (dua)  unit,  7 (tujuh)  unit buah kapal,  1(satu) unit kapal KM. Artha  Mina Jaya dalam kondisi terbakar dan 1(satu) bundel dokumen kapal KM. Artha Mina Jaya. 

Selain itu,  katanya 1(satu) lembar surat ukur dalam negeri,  1(satu) buah sertifikat kelaikan dan pengawakan kapal penangkap ikan,  1(satu) buah pas besar,  1(satu) buah surat ijin penangkapan ikan, 1(satu) unit handphone merek Samsung J, 1(satu) unit handphone merek Iphone 6+, 1 (satu)  buah buku absensi karyawan bengkel Mitra Wijaya Muara Baru dan 1 (satu) buah buku harian kerja bengkel Mitra Jaya Muara Baru. 

AKP. Moh Faruk Rozi,  menambahkan  34 unit kapal yang terbakar tersebut tidak ada yang tercover asuransi  karena kapal ikan mayoritas konstruksinya kayu.  Para tersangka dijerat sangsi pidana Pasal 187 ke. 1. Pasal 188, Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP. (Oddie/WI).

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.