PELABUHAN MUARA SABAK JAMBI AKAN DIKEMBANGKAN PT PELINDO II - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


PELABUHAN MUARA SABAK JAMBI AKAN DIKEMBANGKAN PT PELINDO II


General Manager IPC Jambi Kartiko Wuyono

WARTA INDONESIA - JAMBI
Pemerintah provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten sudah komitmen untuk mendukung dan mendorong pengembangan pelabuhan di Jambi, khususnya pemanfaatan Sungai Batanghari. Pemprov Jambi juga mendukung jalur sungai Batanghari sangat positif untuk pelabuhan sekaligus mengembangkan kawasan khususnya untuk mengangkut hasil perkebunan maupun mineral.


“ PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Jambi  Pelabuhan Talang Duku terletak di hilir Sungai Batanghari Provinsi Jambi, dengan  luas areal 271 hektare memiliki panjang dermaga 558 meter dilengkapai dengan fasilitas pelayanan barang berupa lapangan petikemas, lapangan penumpukan dan pergudangan.Pelabuhan ini merupakan pintu gerbang perekonomian provinsi Jambi,” kata General Manager IPC Jambi Kartiko Yuwono kepada WARTA INDONESIA pekan kemarin diruang kerjanya.

Kartiko Yuwono mengatakan selain pelabuhan Talang Duku Jambi, ada lagi pelabuhan di Sungai Batanghari dikelola pelabuhan Cabang Jambi yaitu pelabuhan Muara Sabak terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pelabuhan ini telah dipersiapkan Pelindo II untuk dikembangkan, mengingat kondisi pelabuhan hanya sekitar 12 mil dari ambang batas dekat dengan laut lepas menjadikannya sangat strategis untuk masuk dan keluar kapal di provinsi Jambi. 


Dijelaskannya, berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan No.KP 423 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional. Pelabuhan Muara Sabak  telah ditetapkan sebagai Pelabuhan Pengumpul dengan kriteria : berada dekat dengan jalur pelayaran nasional kurang dari 50 mil, memiliki jarak dengan pelabuhan pengumpul lainnya minimal 50 mil, kedalaman kolam pelabuhan -7 sampai dengan -9 meter LWS. Memiliki dermaga dengan kapasitas minimal 3.000 DWT, panjang dermaga 120 – 350 meter dan luas lahan sesuai dengan kebutuhan.

Kartiko Yuwono menerangkan bahwa Pelabuhan Muara Sabak telah difasilitasi mulai darifasilitas keamanan, fortal gate, dermaga, lapangan penumpukan, tangki timbun, air bersih dan gudang portable. Kegiatan eksisiting dipelabuhan Muara Sabak yang sudah berjalan diantaranya : kegiatan bongkar asphal milik PT Sarana Jambi Utama kapal dari Singapore (import), bongkar semen holcim oleh PT Rahim Jaya dan Nur Rahma Jaya dengan Kapal Layar Motor (KLM) dari Jakarta.

Selain itu kata Kartiko Yuwono pelabuhan Muara Sabak telah melayani kegiatan bongkar semen bosowa oleh Kapal Layar Motor dari Batam, bongkar semen tiga roda dengan KLM dari Jakarta, kegiatan bongkar batu split dari Bojonegara untuk kapal Tug Boat dan Tongkang, kegiatan kapal pompong kecil bongkar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dan kegiatan muat kelapa dengan kondisi manual dengan tenaga orang dimasukkan kedalam petikemas saat ini masih melalui pelabuhan Talang Duku.

Khusus untuk bulan Januari 2019 di pelabuhan Muara Sabak volume bongkar muat curah cair mencapai 5.800 ton, salah satu yang sudah kerjasama adalah import aspal diantaranya semen 230 ton, aspal  2800, buah tandan segar dikumpulkan para petani sawit dengan kapal pompong bongkar mencapai 2500 ton.

“Terkait dengan kualitas infrastruktur (jalan) menuju pelabuhan Muara Sabak, pihaknya belum menanyakan kepada pihak Dinas PU Pemerintah Daerah tentang perkuatan jalan berapa ton truck dapat mengangkut muatan melintas di jalan tersebut. Jika dilihat kondisi fisik jalannnya sudah bagus, namun kekuatan jalan dapat dilintasin truck berapa ton belum kita sounding,” katanya.(Oddie/WI).

3 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.