PELABUHAN MARUNDA KEDEPAN DIHARAPKAN MENJADI PELABUHAN KAWASAN PABEAN - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


PELABUHAN MARUNDA KEDEPAN DIHARAPKAN MENJADI PELABUHAN KAWASAN PABEAN



WARTA INDONESIA – JAKARTA


Kantor KSOP Pelabuhan Marunda Kelas IV, Selasa (12/2/2019) bertempat di halaman kantor KSOP telah dilaksanakan acara pisah sambut  Kepala  KSOP yang lama Yusrizal di ganti dengan  KSOP Marunda yang baru Iwan Sumantri. Acara pisah sambut tersebut dihadiri Kapolsek Kali Baru Kompol Agung Budi Laksono, TNI AL,  dari Kantor Bea dan Cukai Marunda Lucky, Kantor Kesehatan Pelabuhan Marunda Feri Anthoni, INSA, para pengusaha pelabuhan Marunda dan stakeholder pelabuhan marunda.



Yusrizal KSOP Marunda yang lama dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama bertugas di pelabuhan Marunda sangat terkesan walaupun waktunya cukup singkat, semua stakeholder dapat kerjasama dengan penuh rasa kekeluargaan. “ Kami berharap semua program yang terlaksana selama ini, walupun masih ada program KSOP Marunda yang belum berjalan. Kedepan program dan kerjasama yang sudah terjalin selama ini dengan para stakeholder agar tetap dijalankan serta dilanjutkan seterusnya,. Namun tidak menutup kemungkinan masalah tetap ada tetapi dapat diselesaikan dengan kepala dingin,” katanya.



KSOP Marunda Yang Lama Yusrizal
Yusrizal juga menyampaikan kepada KSOP yang baru, agar kebersihan pelabuhan Marunda masing perlu dilakukan pembenahan dan perbaikan infrastruktur masuk ke pelabuhan Marunda. Harapan kita bersama jalan dilingkungan  pelabuhan Marunda tidak ada lagi yang berlobang-lobang. Kedepan kemungkinan adanya pendalaman kali blenjong.



“ Saya menyampaikan kepada Bapak KSOP yang baru, semoga lebih sukes memimpin Kantor KSOP Marunda. Selaku KSOP yang lama memimpin pelabuhan Marunda selama 8 bulan, kepada seluruh stakeholder mohon maaf kalau selama bertugas di Marunda ada yang kurang berkenan,” ungkap Yusrizal.



Iwan Sumatri KSOP Marunda yang baru pada kesempatan itu, dalam sambutannya mengatakan dirinya sebagai warga baru di pelabuhan Marunda tapi stock lama di Perhubungan Laut.  Menurut dia, di Perbuhungan Laut itu sangat dinamis rotasinya karena di pelabuhan Bajo hanya bertugas 6 bulan, jadi harus selalu siap ditugaskan dimanapun.



Terkait dengan pesan – pesan dari Bapak Yusrizal saya sangat interest, kita sebagai keluarga besar pelabuhan Marunda harus saling mensupport saling mendukung untuk kelancaran arus barang di pelabuhan Marunda ini.



“ Kita bersama-sama menjaga ketertiban pelabuhan Marunda, karena hal ini bukan hanya tugas Kepala Kantor namun menjadi tugas kita bersama. Karena kelancaran arus barang di pelabuhan Marunda akan berdampak positip perkembangan perekonomian DKI Jakarta khususnya dan Indonesia Umumnya,” ujarnya.



KSOP Marunda Yang Baru Iwan Sumantri



Ditambahkannya, kami sebagai warga baru di pelabuhan Marunda mohon dukungan dan bersama-sama melaksanakan tugas yang sudah menjadi ranah kita masing-masing, untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif di pelabuhan Marunda ini. Kebijakan yang sudah ditempuh pendahulu kami akan terus kami lanjutkan dan akan kita perbaiki bersama – sama seluruh yang terlibat di pelabuhan Marunda ini.



Direktur Komersial dan Pengembangan PT Pelabuhan Tegar Indonesia mewakil para pengusaha  pelabuhan Marunda dalam sambutannya mengatakan Pelabuhan Marunda pada tahun 2017 volume bongkat muat barang mencapai 33 juta ton, namun pada tahun 2018 mencapai 57 juta ton. Hal ini merupakan kemajuan yang luar biasa artinya 57 juta ton, volume ini hampir sama dengan terminal satu pelabuhan Tanjung Priok. Pada hal pelabuhan Tanjung Priok adalah pelabuhan Utama sedangkan pelabuhan Marunda adalah pelabuhan pengumpul.



“ Saya sangat apresiasi dan berharap dengan KSOP yang lama  Bapak Yuserizal telah berbuat di pelabuhan Marunda selamat bertugas ditempat yang baru, kami berharap KSOP baru Bapak Iwan Sumatri dapat melanjutkannya,” katanya.



Ditambahkannya, kepada KSOP yang baru Iwan Sumantri, tantangan yang kami berikan untuk tahun 2019 di pelabuhan Marunda berharap melakukan kegiatan kapal-kapal internasional (ocean going). Saat ini memang bisa tapi tergantung dengan pelabuhan Tanjung Priok karena proses Bea dan Cukai ada di Kantor KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok.



Pada hal, kita tau bahwa di pelabuhan Marunda ada Kantor  Pelayanan Bea Cukai  yang jaraknya cukup dekat dengan kegiatan pelabuhan. Tetapi kenapa setiap kapal internasional selalu melakukan konsolidasi dan lapor dengan ijin ke Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, kenapa tidak dilakukan langsung di kantor Bea dan Cukai Marunda karena fasilitasnya semua ada.



“ Memang pelabuhan Marunda adalah pelabuhan pengumpul bukan pelabuhan Utama, artinya untuk bisa terbuka menjadi pelabuhan yang terbuka untuk perdagangan internasional prosesnya cukup panjang kami tau dan menyadari hal itu. Karena jarak pelabuhan Marunda dengan pelabuhan Utama Tanjung Priok cukup dekat,” ungkapnya.



Menurut dia, ada satu cara yang dapat dipelajari bahwa pelabuhan Marunda paling tidak, bisa menjadi pelabuhan kawasan pabean, cara itu mungkin yang paling gampang. Dan hal ini, merupakan tantangan kepada Bapak KSOP Marunda Iwan Sumantri, disamping tetap menjaga volume bongkar muat barangnya  yang 57 juta ton atau minimal 60 juta ton.



“Kami sebagai pelaku usaha di pelabuhan Marunda tetap membantu dan mendorong KSOP Marunda, yang merupakan tantangan saya pelabuhan Marunda agar pelabuhan kawasan pabean,” pungkasnya.(Oddie/WI).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.