OPERASIONAL PELABUHAN LEBIH EFISIEN DENGAN LAYANAN DIGITAL DI TANJUNG PERAK - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


OPERASIONAL PELABUHAN LEBIH EFISIEN DENGAN LAYANAN DIGITAL DI TANJUNG PERAK

WARTA INDONESIA - SURABAYA
PT.Pelabuhan Indonesia III (Persero) telah menerapkan layanan digital di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, layanan ini mampu mempersingkat waktu rata-rata hingga 15 persen. Efisiensi layanan digital didapat setelah pelaksanaan operasional di Pelabuhan Tanjung Perak menjadi terpusat melalui Port Operations Command Center (POCC) sejak 6 Desember 2018 lalu.  
Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto melaui rilisnya diterima WARTA INDONESIA, Jumat (22/2/2019) menjelaskan beberapa layanan yang menjadi lebih cepat di antaranya waktu verifikasi permohonan pelayanan dari semula 1,17 jam menjadi 0,3 jam. Selain itu, waktu tunggu pelayanan dari yang semula 13,57 menit menjadi 11,34 menit dan waktu pergantian kapal di dermaga dari 4,42 jam menjadi 3,93 jam.
“Efisiensi waktu layanan ini kami dapat dari hasil evaluasi 100 hari penerapan POCC di Pelabuhan Tanjung Perak. POCC ini mengintegrasikan layanan mulai dari pelayanan kapal, barang, penerbitan nota tagihan, dan jasa pendukung lainnya. POCC ini juga terhubung dengan Inaportnet,” katanya di Surabaya, Kamis (21/2/2019).
Putut Sri Muljanto mengatakan  saat ini Pelindo III tengah mempersiapkan pengaplikasian POCC di pelabuhan lain di wilayah kerja perseroan. Nantinya, POCC akan menjadi bagian dari Integrated Billing System (IBS) yang akan diterapkan di wilayah kerja Pelindo I-IV.
Menurut dia, bahwa ke depan seluruh pelabuhan di Indonesia terhubung dalam satu layanan. Pengguna jasa cukup mengakses satu portal untuk berbagai jenis pelayanan dari Sabang hingga ke Merauke. Sistem ini akan diuji coba pertengahan tahun ini. Pelayanan digital yang diterapkan Pelindo III sudah dirasakan oleh pengguna jasa di lapangan. 
Salah seorang petugas perencanaan penambatan kapal PT Pelni bernama Misto (54) menyebutkan dahulu untuk berkoordinasi terkait kebutuhan layanan kapal pandu dan tunda, tambatan di dermaga, serta peralatan bongkar muat yang dibutuhkan, ia harus datang ke pelabuhan untuk rapat bersama dengan para penyedia jasa.
“Dulu malam hari pun harus datang langsung. Kini bisa dengan meeting online, jika ada masalah tinggal telepon POCC. Saya yang tinggal di Tretes (Kabupaten Pasuruan, sekitar 70 km dari Tanjung Perak) menjadi sangat terbantu San termudahkan,” ungkap Misto yang sudah bertugas di operasional tambatan selama 11 tahun.
Petugas lainnya atas nama Yusuf Iskandar (38) dari PT Suntraco mengatakan sebelum ada layanan digital pengguna jasa bisa terkena denda karena terlambat mengurus perubahan permohonan layanan. Misalnya karena jadwal kapal sandar berubah. Terlebih jika terjadi di malam hari, pengurusan dokumen perubahan relatif lama karena butuh waktu untuk menginformasikan ke petugas yang berwenang.
“Di tengah berbagai inovasi IT di pelabuhan, layanan helpdesk di POCC menjadi sentuhan manusia yang bisa mengambil keputusan saat terjadi unusual condition. Misalnya jika ada kendala crane kapal rusak sehingga membutuhkan crane darat dan kapal perlu bertukar dari sandar kiri ke sandar kanan. Ada manager yang bisa mengambil keputusan segera, bila perlu pun ia bisa ke lapangan, karena POCC berada di sini (pelabuhan),” pungkasnya (Oddie/WI).

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.