KUNJUNGAN USTAD YUSUF MANSUR, TAUSYIAH DAN PENJAJAKAN KERJASAMA INVESTASI SAHAM IPCC "AYUK MILIKI SAHAM INDONESIA KENDARAAN TERMINAL " - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


KUNJUNGAN USTAD YUSUF MANSUR, TAUSYIAH DAN PENJAJAKAN KERJASAMA INVESTASI SAHAM IPCC "AYUK MILIKI SAHAM INDONESIA KENDARAAN TERMINAL "

WARTA  INDONESIA -  JAKARTA
Dalam rangka menjaga kestabilan Emotional Spiritual Question (ESQ) pada seluruh karyawan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), setiap hari Rabu, IPCC rutin melaksanakan kajian atau tausyiah agama.

Kemarin Rabu, 23 Januari 2019, IPPC menerima kunjungan Ustad Yusuf Mansur. Dalam kunjungan tersebut, Ustad Yusuf Mansur selain mendengarkan paparan yang disampaikan oleh manajemen IPCC yang dalam hal ini diwakili oleh jajaran direksi IPCC ia pun juga melakukan penjajakan penanaman saham di IPCC yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Juli 2018 lalu.


Kedatangannya, Ustad Yusuf Mansur didampingi  Chiefy Adi Kusmargono  Direktur Utama IPCC, Sofyan Gumelar selaku Corporate Secretary dan Investor Relation Reza Priyambada melakukan pengamatan dan berkeliling ke ruangan kantor sebelum mendengarkan paparan dari manajemen IPCC di Innovation Room, Gedung IPCC lantai 2.

Dalam kesempatan itu pengamatan, Ustad Yusuf Mansur terkesima dengan suasana dan atmosfir kantor IPCC.
“Saya tidak mengira kantor di pelabuhan yang merupakan anak perusahaan BUMN/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) ada yang seperti ini. Kesan yang saya tangkap, pelabuhan itu keras, panas, dan jauh dari mana-mana. Tapi, saya kagum dengan suasana, energi dan spirit kantor IPCC dan penyambutan yang ramah dan bersabahat,” ungkap Ustad Yusuf Mansur. 

Ustad mengatakan jika suasana kantor IPCC hampir sama dengan kantor fintech dan milenial banget. Sambil  berjalan menikmati suasana setiap sudut kantor sambil live di salah satu akun medsos yang dimiliki beliau, wooou kereeen ini representasi wajah masa depan, kebahagiaan dan kebanggaan Indonesia.


Apalagi, kata Ustad Yusuf Mansur, pàda presentasi bisnis dan kinerja perseroan diawali oleh paparan bisnis dan industri pelabuhan oleh Direktur Utama IPCC yakni, Chiefy Adi K.

 Dalam kesempatan  Chiefy Adi K  menyampaikan kinerja industri pelabuhan dan potensi bisnis yang dimiliki oleh pelabuhan, khususnya oleh IPCC. Tidak ketinggalan, company highlight juga turut disampaikan termasuk juga berbagai penghargaan yang diterima perseroan.

Direktur Kepatuhan IPPC Salusra Wijaya  menyampaikan paparan terkait key investment highlight dan 
meningkatnya permintaan akan kendaraan seiring dengan potensi penduduk Indonesia dan adanya aturan ganjil genap membuat industri otomotif bertumbuh sehingga perseroan akan terkena imbas positifnya. Tidak hanya itu, ia juga menambahkan kebutuhan akan alat berat untuk industri komoditas juga turut memberikan dampak yang baik bagi perseroan.

Sementara itu, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Arif Isnawan menyampaikan meningkatnya aktivitas bisnis dan pengembangannya memberikan dampak positif pada kinerja perseroan yang ditandai dengan meningkatnya pendapatan, EBITDA, hingga laba bersih yang pertumbuhannya sangat baik di kisaran 30 hingga 40 persen. Selain itu, berbagai rasio seperti ROA, ROE, dan EBITDA margin juga mengalami peningkatan.


Direktur Operasional, Indra Hidayat,   menambahkan terkait kinerja lalu lintas cargo baik domestik maupun internasional, komposisi cargo,  tidak banyak mengalami perubahan antara domestik dan internasional. Dimana komposisinya internasional lebih besar dibandingkan domestik.

" Akan tetapi, secara persentase terlihat adanya peningkatan. Pengangkutan cargo domestik 2018 meningkat menjadi 33,3 persen dibandingkan tahun 2017 sebesar 15 persen. Sementara, porsi internasional di 2018 sebesar 88,78 persen dibandingkan tahun 2017 sebesar 92,7 persen," ujar Indra Hidayat.

Sedangkan paparan kinerja keuangan Direktur Keuangan dan SDM Sugeng Mulyadi, menjelaskan perkembangan terbaru kinerja keuangan hingga kuartal ketiga 2018. Selain itu, ia juga menyampaikan guidance 2019 dimana perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan antara 25 hingga 30 persen; EBITDA margin ditargetkan bertumbuh 40 hingga 45 persen; hingga kebutuhan capai sebesar Rp 335-340 miliar.

Adapun presentasi yang dibawakan oleh BOD IPCC bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai performansi bisnis IPCC guna memberikan justifikasi terhadap minat Ustad Yusuf Mansur dalam berinvestasi di saham IPCC.

Setelah mendengarkan paparan kinerja dan operasional hingga pengembangan bisnis perseroan oleh manajemen IPCC, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian Tausyiah oleh Ustad Yusuf Mansur. Dalam Tausyiahnya, Ustad menyampaikan bahwa ia sebagai pendiri Paytren memiliki visi yang tidak jauh berbeda dengan IPCC dimana mengedepankan nasionalisme bangsa. 

Ustad mengatakan kepada seluruh karyawan untuk menjadi Muslim dan Muslimah yang sejahtera secara ekonomi. Sehingga, selain mensejahterakan diri dan keluarganya, para Muslim dan Muslimah pun diharapkan mampu untuk mensejahterakan orang lain, masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam kesempatan tersebut Ustad sampaikan bahwa kinerja IPCC yang cukup baik namun, belum semua masyarakat memiliki kepemilikan di IPCC. Ia sangat menyayangkan belum pahamnya masyarakat untuk memiliki perusahaan dalam bentuk saham yang dapat dikelola untuk menjadi penyertaan kepemilikan di suatu perusahaan.

Ustad menyampaikan ketertarikannya dengan saham IPCC yang dinilainya memiliki valuasi yang menarik dan memiliki prospek kinerja yang baik. Ke depan, diharapkan adanya kerjasama dan sinergi diantara keduanya.

" Harapan Ayuk  Kita miliki Pelabuhan Tanjung Priok  atau  Indonesia  Kendaraan Terminal menjadi milik Kita, " ujarnya. (Oddie/WI).

3 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.