NPCT 1 MAMPU CAPAI TROUGHPUT SATU JUTA TEUS - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


NPCT 1 MAMPU CAPAI TROUGHPUT SATU JUTA TEUS



WARTA INDONESIA - JAKARTA - PT New Port Container Terminal One (NPCT1) merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) salah anak perusahaan IPC/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).  NPCT1 konsorsium Internasional (Mitsui & Co .Ltd, PSA International Pte dan NYK Line). Perusahaan Terminal Container baru beroperasi secara komersial sejak bulan Agustus 2016 di Tanjung Priok, telah berhasil meraih akumulasi troughtput satu juta TEUs (Twenty Feet Equivalent Units) dalam kurun waktu satu setengah tahun.

Dengan capaian troughput bongkar muat (B/M) 1 juta TEUS, manajemen NPCT1 selenggarakan syukuran  secara seremoni  dan penekanan tombol secara resmi oleh para pemangku kepentingan di pelabuhan Tanjung Priok. Capaian ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah maupun mitra  kerja dari NPCT1, bertempat di area Kantor NPCT1 Tanjung Priok, Senin (12/3/2018).

Penekanan tombol  menandakan resmi tercapai 1 juta TEUs dan menandai dikapalkannya kontainer melalui kapal NYK Fushimi ke Jepang. Dilakukan Kementerian Perhubungan RI cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktur Perkapalan dan Kelautan Junaidi, bersama – sama Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Arif Toha, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha IPC/PT Pelindo II Saptono RI, Anggota Komisi V DPR – RI Capt. Anton Sihombing, Dirut NPCT1 Makoto Saito dan  Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto, Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Priok Sigit Roesdianto.

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Arif Toha dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya yang setinggi-tingginya terhadap prestasi yang diraih atas pencapaian satu juta TEUs dalam usianya relatif muda. Setelah NPCT1diremiskan President RI Joko Widodo 3 tahun lalu. Dan bukan hanya itu saja katanya, bahwa terminal NPCT1 telah mengukir zero accident selama operasionalnya dalam capaian 1 juta TEUs.

“Prestasi layanan NPCT1 yang sudah baik selama ini, kami berharaptetap dipertahankan dan terus ditingkatkan. Dalam arahan dari Menteri Perhubungan RI  agar pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok ditingkatkan dan transparan, lebih murah. Mengoptimalkan alat operasi sehingga lebih baik, lebih cepat sehingga capain NPCT1 dan terminal lainnya dapat tercapai,” Ungkapnya.

Saptono Rahayu Irianto Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha IPC/PT Pelindo II pada kesempatan itu dalam sambutannya menyampaikan  NPCT1 dibangun karena pada tahun 2010, Tanjung Priok sudah mengalami titik jenuh. Volume meningkat, namun fasilitas pelabuhan belum ada tambahan.  Hal ini  yang dikhawatirkan, jika tidak segera dibangun pelabuhan baru Pelabuhan Tanjung Priok kedepan akan mengalami kongesti.

“Tahun 2015 manajemen IPC/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) memutuskan untuk membangun terminal Kalibaru, dengan mengembangkan NPCT1, NPCT2, dan NPCT3 yang masing-masing terminal berkapasitas 1,5 juta TEUs,” Katanya.

Menurut Saptono RI tercapainya troughtput 1 juta TEUs tentunya didukung kesiapan operasional terminal petikemas, baik itu dari sisi infrastruktur, suprastruktur, system informasi disisi dermaga, lapangan dan gate (in - out). Sinkronisasi proses pelayanan antara terminal dengan instansi – instansi pemerintah seperti Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina, pelaku usaha logistic dan  pemilik barang  serta stakeholders kepelabuhanan.

“Saya berpesan supaya level of service terus dipertahankan, karena kapasitas daya tampung (B/M) NPCT1 adalah 1,5 juta TEUs, dan saat ini sudah tercapai 1 juta TEUs. Namun dari satu juta TEUs ke satu setengah juta tidak gampang, level of servicenya harus  tetap dipertahankan. Tentu harus menjaga layanan dan kepercayaan para pelanggan, agar cost bisa efektif dan lebih murah,” Jelasnya.

Untuk dua atau tiga tahun kedepan, kata Saptono, untuk  capaian satu setengah juta itu diharapkan bisa tercapai. Karena NPCT1 mampu melayani kapal 10 ribu TEUs. Untuk memberi kelancaran keluar masuk truk kontainer ke NPCT1 kedepan  rencananya akan dibangun conekting akses jalan dengan tol.

Dijelaskannya, pembangunan New Priok, NPCT1 merupakan terminal petikemas pertama dalam pembangunan fase  pertama terminal New Priok yang terdiri atas tiga terminal petikemas dan dua terminal produk.  Saat proyek New Priok selesai dibangun akan ada tujuh terminal petikemas dan dua terminal produk dengan area pendukung seluas seluruhnya mencapai 411 hektar.

“IPC/Pelindo II bersama NPCT1 akan terus berupaya meningkatkan jumlah throughput dan secara berkesinambungan memperbaiki kualitas pelayanan penanganan petikemas,” Pungkasnya.

Direktur NPCT1 Supardjo pada kesempatan itu juga menyampaikan salah satu upaya  NPCT1 adalah untuk mendukung peran pelabuhan Tanjung Priok sebagai pintu gerbang terminal petikemas. Karena Pelabuhan Tanjung Priok memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan perdagangan internasional demi memberikan keuntungan yang berkelanjutan bagi negara Republik Indonesia.

“NPCT1 telah mampu beroperasional secara terus menerus, selama lebih dari dua juta jam kerja tanpa kehilangan jam kerja akibat cedera (zero accident),” Jelasnya. (Oddie/WI).

1 komentar:

  1. dalam rangka menyambut asian games dan kemerdekaan indonesia yang ke73 di www.indokartu.net
    memberikan promo yang sangat menarik yaitu bonus deposit yang bisa kalian clam 2x dalam 1 hari
    mau tau seperti apa bonusnya langsung aja yu gabung di www.indokartu.net
    LINE ID : indokartu
    WECHAT ID : indokartu
    WHATSAPP : +628-129-347-8722

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.