KSOP MUARA BARU, KANTOR KKP MUARA BARU KERJASAMA KANTOR BP2TL LAKSANAKANSOSIALISASI DAN DIKLAT SKK 60 MIL - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


KSOP MUARA BARU, KANTOR KKP MUARA BARU KERJASAMA KANTOR BP2TL LAKSANAKANSOSIALISASI DAN DIKLAT SKK 60 MIL




WARTA INDONESIA – JAKARTA - Dalam rangka memberikan pelayanan yang prima terhadap masyarakat pengusaha perikanan dan awak kapal ikan di pelabuhan perikanan Muara Baru – Jakarta Utara. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muara Baru, Kantor Kelautan dan Perikanan (KKP) Muara Baru kerjasama dengan Kantor BP2TL (Badan Penyelenggara Pendidikan Transportasi Laut) Lenteng Agung - JakartaSelatan, selenggarakan Sosialisasi dan Diklat SKK 60 Mil.

Sosialisasi SKK 60 Mil dilaksanakan Kantor Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan Muara Baru setelah mendapatsurat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut cq Direktur Perkapalan Dan Kepelautan yaitu telah memberikan kewenangan untuk menerbitkan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 30 Mil dan 60 Mil.Sesuai dengan Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Nomor HK.103/2/19/DPJL-16 tanggal 13 Juli 2016 tentang Pelaksanaan Penyelenggaraan Kelaiklautan Kapal.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Muara Baru Rayson Cerullo Argemio Piay ST Msi kepada WARTA INDONESIA di Jakarta, usai penyelenggaraan sosialisasi SKK 60 Milbertempat di Kantor Kelautan dan Perikanan Muara Baru - Jakarta Utara, Selasa (6/3/2018).

Rayson mengatakan rasa terimakasihnya, kepada Kepala Kantor Kelautan Perikanan Bapak Rahmat Irawan telah membantu dan memberikan tempat sosialisasi, Kepala Kantor BP2TL Jakarta Bapak Capt Sukirno yang diwakili Bapak Capt Aliot S dan para pengusaha perikanan, nelayan serta awak kapal ikan yang hadir peserta diklat.

Dia mengatakan dengan diadakannya sosialisasi SKK 60 Mil itu,Kantor KSOP  Muara Baru setelah diberikan kewenangan menerbitkan SKK 30 Mil dan 60 Mil, maka pihaknya meminta kepada Kantor BP2TL untuk melakukan Diklat (pendidikan dan latihan) terhadap para Nakhoda dan KKM kapal ikan di wilayah pelabuhan Muara Baru.

“Dengan dilaksanakannya sosialisasi SKK 60 Mil tersebut masyarakat nelayan kapal ikan di wilayah pelabuhan Muara Baru cukup tinggi animonya dan  sangat antusias. Untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan selama 3 hari kedepan bahkan cukup banyak yang mendaftar. Setelah diklat SKK 60 Mil para peserta akan diberikan sertifikat yang di keluarkan Kantor Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan Muara Baru,” Kata Rayson.

Rayson menambahkan bahwa sosialisasi SKK 60 Mil di hadiri para pengusaha perikanan Muara Baru, nelayan dan  peserta diklat  berjumlah 400 orang  yaitu 200 orang Nakhoda dan 200 orang KKM untuk angkatan pertama.

Kepala Kantor Kelautan dan Perikanan  Samudera Nizam Zachman  Muara Baru Rahmat Irawan  ketika dikonfirmasi WARTA INDONESIA melalui telepon celuler nya terkait sosialisasi SKK 60 Mil mengatakan  bahwa dalam sosialisasi SKK 60 Mil itu, pihaknya sangat mendukung pelaksanaan diadakannya sosialisasi SKK 60 Mil oleh Kantor Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan Muara Baru.

Menurut dia, saat ini kalau mau jujur teman-teman Nakhoda dan KKM di Pelabuhan Muara Baru, mereka merasa sedikit kurang nyaman karena mempertimbangkan setelah mereka merasa di monitoring oleh aparat maka terjadi keraguan terkait dengan keasliaan dari SKK yang dimiliki.

“Sehingga dalam kondisi seperti ini setiap pemilik SKK itu Nakhoda, Nautica maupun KKM  merasa perlu ikut pelatihan dan sosialisasi SKK 60 Mil sehingga merasa lebih tenang. Dan para awak kapal tersebut membuat mereka nyaman dalam bekerja dilaut sehari-hari ,” Ungkapnya.

Dijelaskannnya, dampak positif sosialisasi tersebut dengan memiliki sertifikasi SKK 60 Mil secara legitimasi dan benar, membuat para awak kapal itu lebih nyaman dalam bekerja. Mereka berharap setelah selesai diklat SKK 60 Mil ditingkatkan lagi, agar mereka bisa menjangkau lebih dari 60 Mil. Dengan sosialisasi SKK 60 Mil ini, para awak kapal ikan sangat antusias dan sebelum sosialisasi sudah mendaftar 400 orang peserta diklat untuk angkatan pertama.

Kalau pendaftaran tidak dibatasi untuk angkatan pertama kemungkinan akan bertambah peserta diklat, tentu disesuaikan dengan kemampuan dari para narasumber diklat tersebut.

“Kita berharap dengan diklat ini para peserta akan mendapatkan surat keterangan atau sertifikasi dariKantor Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan Muara Baru. Agar semua kapal ikan yang di pelabuhan Muara Baru awak kapalnya secara hukum benar – benar mengikuti Diklat  dan memiliki sertifikasi yang syah,” Katanya. (Oddie/WI).


2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.