PT JAI TANDATANGANI AKTA INBRENG DARI PT PELINDO II - WARTA INDONESIA | MEDIA CERDAS MEMBANGUN BANGSA

Header Ads


PT JAI TANDATANGANI AKTA INBRENG DARI PT PELINDO II




WARTA INDONESIA - JAKARTA - PT Jasa Armada Indonesia (PT JAI) anak perusahaan IPC/PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), core bisnisnya bergerak di bidang jasa pemanduan dan penundaan kapal, yang pertama di Indonesia bahkan di Asia. PT JAI merupakan anak perusahaan PT Pelindo II  terbaik dan sehat yang pertamatengah menjalani proses untuk pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO).
Setelah mendapat persetujuan dari dewan komisaris dan  Kementerian BUMN. PT Pelindo II selaku perusahaan induk melalui inbreng mengalihkan 21 kapal terdiri dari 9 kapal pandu, 10 kapal tunda, dan 2 kapal Keppel masing – masing 3200 HP (House Power) ke PT JAI. Saat pendirian PT JAI asset  hanya 2 kapal, jadi saat ini PT JAI memilki  asset nya 23 kapal.
Demikian disampaikan Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Iman Rachman, saat penandatanganan akta inbreng atau suntikan aset  dari IPC ke JAI disaksikan Notaris Fathimah Helmi, di Graha CIMB Niaga, Jakarta (7/11/2017).
Iman Rachman menyebutkan nilai total aset yang diinbrengkan dalam tranksaksi ini mencapai Rp 348,9 miliar. Maka asset JAI bertambah menjadi senilai Rp 406,93 miliar dari sebelumnya pada tahun 2013 telah disetor sebesar Rp 58 miliar saham
“Pasca transaksi inbreng ini, kepemilikan IPC/PT Pelindo II di JAI menjadi 4,063 miliar saham atau setara Rp 406,35 miliar. Inject kapal ini sebagai modal kepada JAI, hal ini juga bentuk komitmen kami kepada IPO PT JAI,” Katanya.
Dirut PT JAI Dawam Atmosudiro didampingi Direktur Operasional dan Komersial Capt Supardi dan Direktur Keuangan  dan SDM Herman Susilo pada kesempatan itu mengatakan dengan penguatan modal JAI, diharapkan akan dapat menambah keyakinan investor untuk menanamkan modalnya di JAI.
“ Salah satu keunggulan perseroan adalah hambatan bagi kompetitor, untuk memasuki usaha sejenis (entry barriers). Dimana kegiatan pemanduan di pelabuhan umum adalah kewenangan pemerintah selama ini hanya dilimpahkan kepada BUMN,” katanya.
Menurut dia, pada praktiknya tidak ada perusahaan swasta nasional maupun asing yang diberikan ijin pelimpahan, kewenangan pemanduan di pelabuhan umum di Indonesia.
“ Kapal laut yang berukuran diatas 500 GT, diwajibkan menggunakan jasa pandu dan tunda. Karena di dalam area pelabuhan, kapal wajib mematikan mesin. Hal ini, sesuai dengan regulasi nasional maupun Internasional. Untuk menjamin keamanan dan keselamatan pelayaran,” Jelasnya.
Lebih lanjut Dawam mengatakan JAI dalam melaksanakan jasa pemanduan dan penundaan kapal, perusahaan memiliki captive market di wilayah pelabuhan paling strategis di Indonesia. Khusus untuk Pelindo II mengelola 12 Cabang pelabuhan yaitu Sumatera Bagian Barat, Jawa bagian Barat, Kalimantan bagian Barat dan 70% omzet ekonomi nasional diwilayah tersebut.
“ JAI kedepan menguasai pangsa pasar terbesar, namun JAI tetap selalu komitmen memberikan layanan berkualitas tinggi dan perusahaan didukung  oleh SDM yang andal di semua lini. Perusahaan pemanduan dan penundaan kapal terbesar di Indonesia, mengoperasikan 75 kapal melayani 25 ribu kapal per tahun dengan zero accident,” Jelasnya.
JAI juga  Katanya, telah membuktikan sangat efisien sehingga mempu memberikan nilai tambah yang sangat bagus atas modal yang ditanamkan pemegang saham.
Sebagai informasi, JAI saat ini tengah menjalani proses untuk pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO). Penawaran saham perdananya kepada publik, JAI berencana melepas maksimal 30% saham. Diprediksi PT JAI akan Desember 2017 akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).Oddie – Editor.001/WI






1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.